Zidane Sebut Golnya di Final Liga Champions 2001-2002 Jauh Lebih Hebat ketimbang Salto Ronaldo

Megabintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, tampil sangat cemerlang kala timnya mengalahkan Juventus 3-0 pada leg I perempatfinal Liga Champions 2017-2018, Rabu (4/4/2018) dini hari WIB. CR7 –julukan Ronaldo– mencatatkan namanya dua kali di papan skor, yakni pada menit ketiga dan 64.

Dalam proses gol kedua yang dicetak oleh Ronaldo itu, CR7 memperlihatkan skill-nya dengan melakukan tendangan salto usai menerima umpan silang dari Dani Carvajal dari sisi kanan. Lantas, hal itu pun membuat banyak orang takjub akan gol tersebut. Beberapa pendukung Juventus bahkan ada yang sampai memberikan standing applause yang dapat diartikan memberikan penghormatan atas gol tersebut.

Akan tetapi, pelatih Madrid, Zinedine Zidane, menyebut gol Ronaldo itu masih kalah hebat dengan gol yang pernah dibuatnya di partai final Liga Champions 2001-2002 ketika Los Blancos melawan Bayer Leverkusen. Kala itu, Zidane mencetak gol kemenangan bagi Madrid dengan melakukan tendangan volley di menit ke-45. Berkat golnya tersebut, Madrid pun meraih gelar juara Liga Champions untuk kesembilan kalinya setelah menang 2-1.

“Gol salto Ronaldo? Tendangan saya ketika di Glasgow (final Liga Champions 2001-2002) jauh lebih baik dari tendangannya! Isco? Dia merupakan pemain yang sangat penting pada pertandingan tersebut. Gol pertama terjadi karena assist yang ia berikan,” ungkap Zidane, mengutip dari Football Espana, Rabu (4/4/2018).

Pelatih berpaspor Prancis itu juga tidak lupa memuji para pemainnya karena bermain sangat baik saat menghadapi klub Raksasa Italia tersebut. Zidane mengatakan tidak mudah untuk menang 3-0 dari klub seperti Juventus. Meskipun menang besar, ia mengingatkan para pemainnya untuk tetap menampilkan permainan yang apik di leg II, Kamis 12 April 2018 dini hari WIB.

“Kami memiliki pertandingan yang hebat. Menang 3-0 di sini tidaklah mudah. Kami sedikit menderita, namun kami harus terima itu. Dengan hasil tersebut, kami tahu bahwa tim kami dapat mempersulit tim lain dengan kemampuan daya serang kami,” sambung pelatih berusia 45 tahun itu.

“Kami pun harus melakukan hal yang sama pada leg II nanti. Kami harus berjuang keras karena kami tahu Juventus tidak akan menyerah. Kendati begitu, saya sangat senang dengan performa yang ditunjukkan para pemain,” tutup pelatih yang pernah bermain di dua klub tersebut.

Gol akrobatik Ronaldo ke gawang Juventus dapat dilihat di sini

Related Post