Uang Banyak City Baru Cukup untuk Trofi Domestik, Belum di Eropa

Manchester City belum mampu memenangi trofi Liga Champions meski sudah banyak mengeluarkan uang. Uang yang dikeluarkan baru cukup ‘membeli’ trofi di domestik.

City harus angkat kaki dari ajang Liga Champions setelah kalah dari Liverpool di perempatfinal dengan agregat 1-5. Padahal, mereka sempat melaju sangat oke di fase grup.

The Citizens memetik lima kemenangan fase grup dengan mencetak 14 gol dan cuma kebobolan tiga kali. City pun berhasil keluar dengan status juara grup.

Di babak 16 laju City tampak menjanjikan pada leg pertama melawan Basel dengan kemenangan 4-0. Di leg kedua City kalah dengan skor 1-2 setelah memutuskan tampil dengan tim pelapis. Akhirnya mereka disingkirkan Liverpool pada Rabu (11/4/2018) dinihari.

Dengan total belanja yang sudah mencapai lebih dari 284 juta pound (sekitar Rp 5,5 triliun jika disetarakan dengan kurs rupiah saat ini) di musim panas 2017 dan musim dingin 2018, kegagalan di Liga Champions tentu sangat mengecewakan untuk pihak klub.

Di musim panas 2017, City membeli Ederson Moraes dari Benfica dengan harga 34,7 juta pound sterling. Jumlah itu menjadikan Ederson sebagai kiper termahal di dunia, memecahkan catatan milik Gianluigi Buffon.

Di sektor bek, City juga membuat belanja yang menciptakan rekor baru pada bursa transfer musim panas tahun lalu. Kyle Walker menjadi bek termahal setelah ditebus dengan harga 45 juta pound sterling dari Tottenham Hotspur.

Selang sepekan dari transfer Walker, City kembali mengeluarkan dana besar bagi bek sayap. Kali ini mereka menyetor 51,7 pound sterling ke AS Monaco untuk Benjamin Mendy dan status bek termahal pun pindah tangan.

Tapi, di musim dingin 2018 status bek termahal kembali berpindah tangan ke Virgil van Dijk. Liverpool menebus bek asal Belanda itu dari Southampton dengan harga 75 juta pound sterling.

City kembali belanja besar di musim dingin 2018. Tim besutan Pep Guardiola mendatangkan Aymeric Laporte dari Atheltic Bilbao dengan harga 57 juta pound sterling. Harga itu membuat Laporte menjadi pemain termahal yang pernah didatangkan City.

Akan tetapi, jumlah belanja yang sangat besar itu ternyata cuma bisa untuk mendatangkan gelar domestik di musim ini. Setelah menjadi juara di Piala Liga Inggris, City punya kans besar menjadi juara Premier League. Mereka butuh dua kemenangan lagi untuk mengunci titel.

Upaya City melakukan belanja yang jor-joran sudah terjadi sejak 2009. Lewat gelontoran uang mereka membangun kekuatan klub, namun sampai saat ini ‘cuma’ bisa memenangi dua trofi Premier League, satu piala FA, tiga Piala Liga Inggris, dan satu Community Shield.

Jika dibandingkan dengan uang yang dibelanjakan Liverpool sepanjang musim ini, The Reds cuma menghabiskan 151 juta pound sterling atau setara dengan Rp 2,9 triliun.

Dengan pengeluar segitu besar, Liverpool memang belum mengunci satupun gelar juara musim ini. Akan tetapi, setidaknya, The Reds bisa mengungguli City di Liga Champions.

Related Post