Terduga ISIS Mul Mantan Penjaga Masjid Langganan Abu Bakar Baasyir

Rimanews – Aprimul Hendri alias Mul (41), terduga partisipan kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) diketahui pernah tinggal di Bukittinggi, Sumatera Barat, sebelum ditangkap Densus 88 di sebuah rumah di kawasan Petukangan Selatan, Pesanggerahan, Jakarta Selatan, Sabtu (21/03/2015) lalu. Kapolres Kota Bukittinggi AKBP Amirjan mengatakan, Aprimul adalah menantu orang Bukittinggi yang juga pernah tinggal di kota itu. Mul berasal dari Kinali, Kabupaten Pasaman Barat dan menikah dengan seorang warga Bukittinggi. Baca Juga CIA dan Saudi Bertanggung Jawab Berdirinya ISIS Terduga Teroris Majalengka Sempat Buat Pabrik Sabu Terduga Teroris Majalengka Belajar Bikin Bom dari Youtube Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Majalengka Australia Sarankan Warganya di Indonesia Berhati-Hati Sebelum mengontrak rumah di Jakarta awal 2015, Mul tinggal di kawasan Tangah Jua, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi. Di sini, Mul berprofesi sebagai pedagang pakaian Pasar Atas Bukittinggi dan dikenal sebagai pemasok pakaian, selain memiliki toko yang menjual perlengkapan anak dan bayi di kawasan Tarok, Bukittinggi. “Mul menjadi incaran polisi karena terlibat dalam organisasi Ormas Islam MMI dan pernah menjadi pengurus Masjid Jihad Tangah Jua yang merupakan masjid tempat berdakwa Ustad Abu Bakar Baasyir dan Ustad Abu Jibril setiap datang ke Bukittinggi,” terang Amirjan kepada Antara , Selasa (24/03/2015). Sementara itu, ketika mendatangi rumah kediaman mertua Mul di RT 03 RW 01 Bukit Apit Puhun, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi, mertua Mul berinisial HB (68) mengaku sudah mendengar kabar penangkapan menantunya itu dari televisi. Ia mengaku pasrah dan menyerahkan proses hukum Mul kepada aparat hukum, namun berharap kasusnya tidak berimbas kepada istri dan anak Mul. HB menceritakan, semenjak Mul menikah dengan anak nomor duanya pada 2006, Mul tidak mau tinggal di rumahnya, dengan lebih memilih rumah kontrakan di Tangah Jua. “Menantu saya ada tiga, dan Mul adalah menantu yang paling tua. Terus terang, di antara semua menantu saya, hanya Mul yang sulit diajak berkomunikasi. Saya sering menasehati, tapi jarang didengarkan,” ungkapnya. Ketua RT Kelurahan Bukit Apit Puhun Kota Bukittinggi, Febrina, mengaku tidak mengenal Mul, meski mertuanya tinggal di wilayahnya. Menurut dia, Mul jarang pulang ke rumah mertuanya sehingga tidak mengenal Mul. “Untuk memastikannya saya akan cek data dulu, apakah Mul ini sudah pindah KK (Kartu Keluarga) atau tidak. Yang saya tahu, di rumah mertuanya itu hanya ada mertua laki-laki dan mertua perempuan, serta beberapa anak kos. Memang rumah mertua Mul juga menampung anak kos,” jelas Febrina. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : isis , Penggerebekan ISIS , teroris , Keamanan , Nasional

Sumber: RimaNews