Produsen Sawit Eksploitasi Puluhan Ribu Remaja Kaltim

RIMANEWS – Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) menemukan fakta buruk dibalik bisnis pertambangan dan populernya bisnis kelapa sawit. Kedua bisnis ini mengeksploitasi anak di bawah umur. Anggota Komisi IV DPRD Kaltim, Zain Taufik Nurrohman mengatakan era pengembangan kelapa sawit Kaltim sejak 1982 yang dirintis melalui proyek Perkebunan Inti Rakyat (PIR) yang dikelola oleh PTP VI. Sampai 2012, luas areal kelapa Sawit mencapai 961.802 hektare (Ha) yang terdiri dari 226.765 Ha sebagai tanaman plasma/rakyat. Sebanyak 17.237 hektare milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai inti dan 717.825 Ha milik Perkebunan Besar Swasta. Baca Juga Presiden Sosialisasikan Amnesti Pajak Kepada Pengusaha Kalimantan Golkar Harus Tetap Kritis Pada Pemerintah BPBD: Empat Warga Pidie Jaya Meninggal Dunia “Silahkan lihat langsung kondisi di areal perkebunan kelapa sawit itu. Banyak pekerja anak yang seharusnya bersekolah, dipekerjakan terlepas dari kondisi perekonomiaan keluarganya. Ini masih disisi kelapa sawit. Belum lagi kita bicara dampak negatif lahan tambang bagi anak. Coba perhatikan, sudah berapa anak di Kaltim yang menjadi korban lingkungan hidup akibat tidak bertanggungjawabnya perusahaan tambang pasca eksploitasi,” kata Zain, Jumat (30/5). Lebih dari 30 persen pekerja di setiap area perkebunan sawit itu adalah anak usia 18 tahun ke bawah. Dia menjelaskan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim terhadap angkatan kerja nasional di Kaltim 2012 silam menyebutkan jumlah pekerja anak di Kaltim mencapai delapan persen dari total jumlah anak sebanyak 530.000 anak dengan usia 10 – 17 tahun. Alasan maraknya eksploitasi ini tak lepas dari himpitan ekonomi yang melanda keluarga mereka. Pemerintah seharusnya membuat program pendidikan merata bagi anak di Kaltim seperti beasiswa bagi mereka yang tidak mampu. Zain mendukung jika KPAI mensosialisasikan programnya di Kaltim. Bahkan suara bulat dukungan anggaran langsung oleh Komisi IV di pertemuan itu. “Anak jalanan dan anak gelandangan juga mulai menjadi masalah klasik di Kaltim. Meski sudah berulangkali tertangkap razia dan menerima larangan berkeliaran, tetap saja mereka bertebaran terutama di pinggir jalan. Baik sebagai penjual koran, pengamen, maupun peminta-minta. Saya kira sudah seharusnya masyarakat kita dididik tak sekadar reaktif merespons kondisi itu. Harus ada langkah konkret yang meminimalkan penyebaran eksploitasi anak ini,” harap Zain. (chus/Ant) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Nasional , Pemerintah , pabrik , sawit , remaja , pekerja , Kalimantan , Eksploitasi , Nasional , Pemerintah , pabrik , sawit , remaja , pekerja , Kalimantan , Eksploitasi , Nasional , Pemerintah , pabrik , sawit , remaja , pekerja , Kalimantan , Eksploitasi

Sumber: RimaNews