Polisi Masih Telusuri Pendana Demo 4 November

Sports Kompas Jakarta – Penyidik Polda Metro Jaya, terus menelusuri siapa pendana aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh, di depan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/11) lalu. “Kita masih mencari itu (pendana),” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/11). Awi menjelaskan, dalam mengkonstruksi hukum kasus demo yang berakhir ricuh, penyidik perlu membuktikan siapa berbuat apa. “Kita dalam konstruksi hukum, siapa berbuat apa bisa dilihat, ada bendera-bendera, simbol-simbol, kemudian pemukulan, pelemparan dengan batu dan tongkat kepada petugas, itu kan melawan petugas yang sedang melaksanakan dinas. Itu harus dikonstruksikan, siapa berbuat apa, misalnya yang bersangkutan memukul polisi, pakai apa sih pukulnya? Pakai bambu, bambunya mana sih,” ungkapnya. “Terus tadi kalau ditanya kaitannya siapa penyandang dana, tentunya kita akan cari, seperti para pendemo ke sana itu siapa sih yang membiayai, pasti adakan. Cuma tadi, konstruksinya harus nyambung, jangan sampai nanti saksi-saksi ini tidak nyambung,” tambahnya. Awi menuturkan, penyidik akan bekerjasama dengan instansi lain untuk menelusuri aliran dana. “Kita akan lakukan dengan instansi terkait tentang mencari aliran dana, kita mungkinkan karena masih proses penyelidikan,” katanya. Menyoal perkembangan lima tersangka anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Awi mengungkapkan, penyidik terus melakukan penyidikan dengan menganalisa video melalui digital forensik. “Kita terus mengupdate, terus lakukan penyelidikan terkait dengan perkembangan kasus demo damai 4 November yang berakhir ricuh. Terus kita menganalisa digital forensik yang ada, termasuk informasi sekecil apa pun dari masyarakat tentunya sangat berguna untuk pengungkapan kasus ini,” tandasnya. Bayu Marhaenjati/CAH BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu