Pemberontak Sudan Selatan Siap Lanjutkan Pembicaraan Damai

RIMANEWS-Pemimpin pemberontak Sudan Selatan, mantan wakil presiden Riek Machar, Jumat (30/5), mengatakan ia “berkomitmen untuk perdamaian” dan siap melanjutkan pembicaraan perdamaian pekan depan di Ethiopia. Berbicara setelah pertemuan di Nairobi dengan Presiden Kenya Uhuru Kenyatta, Machar juga menggambarkan konflik hampir selama enam bulan di negara termuda di dunia itu sebagai “perang yang tidak masuk akal”. “Saya datang untuk mendorong proses ini. Dan saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami serius untuk membawa perdamaian bagi Sudan Selatan,” katanya dalam satu pernyataan singkat setelah pembicaraan. “Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami serius dalam mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal, di Sudan Selatan ini. Saya ingin meyakinkan Anda bahwa kami mendukung penghentian permusuhan, dan kita akan menghormati peta-jalan serta akan bergerak maju bersama-sama,” tambahnya. Pemberontak Machar telah memerangi pasukan yang setia kepada Presiden Salva Kiir sejak 15 Desember, ketika pertempuran antara faksi-faksi militer saingan pecah di ibu kota Juba. Kiir menuduh Machar karena telah mencoba kudeta, tetapi pada gilirannya juga dituduh memulai perang dengan meluncurkan pembersihan terhadap para pesainganya. Kedua pihak sepakat gencatan senjata pada Januari dan lagi awal bulan ini, namun gencatan senjata belum dilaksanakan. Perang saudara telah merenggut ribuan – mungkin puluhan ribu – nyawa, dengan lebih dari 1,3 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka. Sekitar 75.000 orang berlindung di dalam pangkalan PBB karena ketakutan kekerasan etnis. Perundingan perdamaian dijadwalkan akan dilanjutkan di ibu kota Ethiopia, Addis Ababa, Rabu depan, dengan blok regional Afrika Timur IGAD – dan Kenya adalah anggota – menyediakan upaya penengahan. Kenyatta mengatakan, “penting bahwa semua pihak tetap berkomitmen untuk perundingan-perundingan yang kami lakukan dengan IGAD , dan untuk perjanjian serta pembentukan pemerintah transisi persatuan nasional.”[ach/rm] Baca Juga Liput Unjuk Rasa, Tiga Koran Sudan Dilarang Terbit 21 Ribu Muslim Rohingya Lari ke Bangladesh PM Inggris Jadi Pemimpin Wanita Pertama yang Hadiri KTT Negara Teluk Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : pemberontak , Sudan , Afrika , pemberontak , Sudan , Afrika , pemberontak , Sudan , Afrika

Sumber: RimaNews