Mobil LCGC Dilarang Jadi Taksi Online, Ini Tanggapan Datsun

Sports Kompas Jakarta – Mulai Oktober 2016 ini, kendaraan jenis low cost green car (LCGC) tidak boleh lagi digunakan sebagai mobil angkutan sewa berbasis aplikasi. Pasalnya berdasarkan ketentuan Pasal 18 Peraturan Menteri Perhubungan RI Nomor 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Tidak Dalam Trayek, disebutkan bahwa taksi online yang diperbolehkan uji kelayakan kendaraan atau KIR hanyalah mobil-mobil yang memiliki kapasitas mesin di atas 1.300 cc. Dengan adanya aturan tersebut, artinya mobil jenis LCGC yang memiliki kapasitas mesin maksimal 1.200 cc seperti Datsun Go, Datsun Go Panca, Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Daihatsu Sigra, Toyota Calya, Honda Brio, dan mobil LCGC lainnya tidak boleh lagi dipergunakan sebagai mobil angkutan sewa berbasis aplikasi. “Masa sosialisasi Peraturan Menteri tersebut diperpanjang sejak Oktober 2016 ini sampai enam bulan ke depan,” kata Kepala UP Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Pulogadung Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Muslim, di Jakarta, Rabu (5/10). Adanya aturan baru tersebut diprediksi akan memengaruhi penjualan mobil LCGC di Indonesia. Apalagi belakangan banyak yang membeli mobil LCGC tersebut untuk dipakai sebagai taksi online . Head of Datsun Indonesia, Indriani Hadiwidjaja saat dimintai komentarnya mengungkapkan, sebenarnya agak sulit bagi Datsun Indonesia untuk mengukur seberapa besar pengaruh aturan tersebut terhadap penjualan mobil Datsun. Pasalnya selama ini pembelian unit Datsun mayoritas dilakukan secara pribadi. “Mungkin saja ada pengaruhnya, tapi sulit bagi kami untuk mengukur seberapa besar pengaruhnya pada penjualan. Kita kan tidak tahu konsumen membeli Datsun untuk pribadi atau untuk taksi online karena pembeliannya itu secara pribadi,” ujar Indriani. Herman/YUD BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu