Menguat, Minyak Brent Tembus Level Psikologis US$ 50 Per Barel

Sports Kompas New York – Harga minyak dunia naik untuk sesi keenam berturut-turut pada perdagangan Kamis waktu Amerika Serikat (AS) atau Jumat pagi WIB (19/8) karena indeks dolar melemah sehingga membuat minyak dalam denominasi dolar lebih menarik bagi pemegang mata uang lainnya. Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik US$ 1,43 menjadi US$ 48,22 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober, patokan global, naik US$ 1,04 menjadi US$ 50,89 per barel di London ICE Futures Exchange. Harga minyak terus menguat pada Kamis dengan minyak Brent menembus tingkat psikologis US$ 50 per barel, setelah data menunjukkan stok minyak mentah AS lebih rendah. Penutupan pertama di atas US$ 50 terjadi dalam hampir dua bulan. Dolar AS menurun terhadap mata uang utama lainnya karena investor percaya bahwa kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada September lebih rendah setelah rilis risalah pertemuan Federal Reserve pada Juli. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,59 persen menjadi 94,159 pada akhir perdagangan Kamis. Sementara menurut laporan mingguan Badan Informasi Energi AS (EIA) Rabu, persediaan minyak AS turun 2,5 juta barel pada minggu lalu, di luar perkiraan analis bertambah 522.000 barel. Minyak diperdagangkan secara internasional dalam mata uang AS. Melemahnya dolar meningkatkan permintaan untuk minyak mentah di luar AS. “Brent telah naik ke US$ 50 per barel untuk pertama kalinya sejak awal Juli, mendapat dukungan dari melemahnya dolar AS dan penurunan tak terduga stok minyak mentah dan bensin AS,” kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch. /WBP

Sumber: BeritaSatu