Jika Target 1,2 Juta Ton Gabah Tercapai, Indonesia Tak Perlu Impor Beras

Sports Kompas Semarang – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman optimistis, kalau target luas tambah tanam dan penyerapan gabah sebanyak 1,2 juta ton dapat tercapai maka dapat dipastikan Indonesia tidak ada lagi impor beras dan tidak ada bulan paceklik. “Luas tambah tanam ini sangat penting, di mana ada bulan-bulan paceklik itu pada bulan Desember, Januari, dan Februari, setiap tahun. Permasalahannya sederhana karena tambah tanam di bulan Juli-Septermber rendah,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Luas Tambah Tanam dan Serap Gabah di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (14/7). Amran meminta Pemprov Jateng untuk tidak menyia-nyiakan datangnya La Nina yang merupakan keberkahan bagi pertanian untuk meningkatkan produktivitas. “Ada La Nina datang tolong jangan disia-siakan. Karena hujan ini datang sampai bulan Oktober. Tahun ini tidak ada musim kering, khususnya Jawa. Ini hujan terus, kita optimalkan dan maksimalkan,” ujarnya. Untuk itu, irigasi harus juga diperbaiki, lalu traktor ditambah, kemudian sarana produksi akan dikawal bersama. Dalam periode April-Juni 2016, realisasi luas tambah tanam padi di Kabupaten/kota Jateng yakni di Cilacap 48.583 ha (72,64 persen), Banyumas 28.479 ha (67,84 persen), Purbalingga 17.668 ha (60,34 persen), Banjarnegara 11.591 ha (80,96 persen), Kebumen 34.231 ha (99,27 persen), Purworejo 23.763 ha (80,97 persen), dan Wonosobo 8.885 ha (50,46 persen). Sedangkan, target luas tambah tanam padi Juli-September 2016 untuk Cilacap (3.742 ha, 2.639 ha, dan 11.919 ha), Banyumas (7.585 ha, 3.920 ha, dan 1.995 ha), Purbalingga (5.954 ha, 4.474 ha, dan 1.183 ha), Banjarnegara (1.182 ha, 1.254 ha, dan 290 ha), Kebumen (67 ha, 34 ha, dan 151 ha), Purworejo (2.900 ha, 2.292 ha, dan 394 ha), dan Wonosobo (3.470 ha, 3.181 ha, dan 2.070 ha). Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Jepara, Mentan melakukan panen padi dan tanam serentak di Desa Batu Kali, Kecamatan Kalinyamat. Mentan juga meninjau penerapan pertanian modern dan pelaksanaan program Desa Mandiri Benih di Desa Pending Alit sebelum bertolak menuju Surabaya, Jawa Timur. Dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dilakukan penandatanganan kesanggupan luas tambah tanam (LLT) dan serap gabah petani (Sergap) dengan pihak-pihak terkait. Stefi Thenu/PCN Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu