Hukuman Denda Rp 10 Miliar Intai Para Pembakar Lahan

Sports Kompas Rimanews – Pemerintah Provinsi Kaltim melalui instansi terkait mengingatkan kepada masyarakat dan perusahaan di daerah setempat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena perbuatan tersebut bisa dikenai sanksi hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp10 miliar. “Ancaman tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2004 tentang Perkebunan, terutama yang termaktub dalam pasal 48 ayat 1,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur Etnawati di Samarinda, Senin (21/9/2015). Baca Juga Gempa Aceh Sebabkan Belasan Bangunan Roboh KPU Didesak Batalkan Agus-Sylvi karena Program Semiliar untuk RW Polusi Memburuk, Sekolah di New Delhi Diliburkan Tiga Hari Pada pasal 48 ayat 1 disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja membuka atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya kerusakan fungsi lingkungan hidup, diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar. Selain itu, dari ayat 2 pasal 48 menegaskan, jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1 mengakibatkan orang mati atau luka berat, maka pelaku akan diancam dengan pidana paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar. Etnawati menambahkan penegasan sanksi juga tercantum dalam pasal 49 ayat 1, yakni setiap orang yang mengolah lahan dengan cara pembakaran dan terjadinya pencemaran lingkungan, diancam dengan pidana penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp3 miliar. “Ini merupakan ancaman berat, sehingga saya meminta kepada siapa saja agar tidak membuka lahan perkebunan di Kaltim dengan cara membakar. Tim kami akan terus melakukan pengawasan terhadap pembukaan lahan dengan cara dibakar karena bahayanya akan dirasakan masyarakat luas,” ujarnya. Menurut Etnawati, denda dan kurungan diberlakukan oleh pemerintah guna memberikan efek jera kepada pelaku, sehingga ke depan tidak ada lagi warga maupun perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar. Dampak kabut asap yang terjadi di Kaltim saat ini kebanyakan akibat kebakaran hutan yang terjadi di beberapa provinsi tetangga, sehingga masyarakat dan perusahaan perkebunan di Kaltim tidak memperparah kabut asap dengan melakukan pembakaran lahan untuk membuka perkebunan. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Pembakar Lahan , kabut asap , hukum , Nasional

Sumber: RimaNews