Fasilitas Subsidi Perumahan Jaga Daya Beli MBR

Sports Kompas Jakarta – Pemerintah berusaha menjaga agar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) tetap mendapatkan rumah dengan harga yang terjangkau. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) menggunakan skema Kredit Perumahan (KPR) Subsidi melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR-FLPP), Selisih Suku Bunga (SSB) dan Bantuan Uang Muka (BUM). Dirjen Penyediaan Perumahan Kempupera, Syarief Burhanuddin, mengatakan, saat ini FLPP sudah terserap sebanyak 100 persen untuk 100.000 unit rumah dengan total anggaran Rp 9,2 triliun. Oleh karenanya, lanjut dia, skema KPR-SSB dan BUM menjadi salah satu penopang dalam mencapai target program pembangunan sejuta rumah. “Kami tetap berikan subsidi perumahan bagi MBR dan mendapatkan bunga rendah yakni 5 persen dibandingkan bunga pasar yang berkisar 9 persen hingga 13 persen. Besaran bunga tersebut, berlaku tetap hingga jangka waktu 20 tahun dalam rangka masyarakat bisa memiliki rumah,” kata Syarief, dalam Diskusi “Prospek SSB dan BUM dalam Mendorong Percepatan Program Sejuta Rumah” di Jakarta, Senin (29/8). Pembangunan rumah dengan dana APBN ditargetkan sebanyak 700.000 unit melalui penyediaan rumah seperti pembangunan rumah susun, rumah khusus dan rumah swadaya sebanyak 200.000 unit dan melalui pembiayaan perumahan bagi MBR melalui KPR-FLPP, SSB dan BUM sebanyak 600.000 unit. “Pemerintah dari sisi demand, mendorong melalui FLPP sekitar 100.000 unit melalui anggaran Rp 9,2 triliun sedangkan melalui SSB dan BUM ini, bisa sampai 400.000 hingga 500.000 unit, dengan anggaran Rp 2,3 triliun,” tambah Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kempupera, Maurin Sitorus. Sebagai ilustrasi, Maurin menyampaikan, dengan harga rumah sebesar Rp 110,5 juta, setelah mendapatkan bunga 5 persen selama 20 tahun, angsuran yang dibayar masyarakat per bulannya sebesar Rp 722.000 atau lebih kecil dibandingkan bila menggunakan bunga pasar dengan angsuran yang harus dibayar sebesar Rp 1,281 juta. “Rumah menjadi kewajiban Negara. Tapi, kita harus efektif. Sekitar 40 persen penduduk kita masih MBR, inilah yang harus kita dukung,” tambah Maurin. Feriawan Hidayat/Imam Muzakir/FER BeritaSatu.com

Sumber: BeritaSatu