Dewan Riset Nasional Beri Panduan Riset agar Lebih Terukur

Sports Kompas Solo – Pengembangan riset nasional memerlukan panduan, tanpa itu menyulitkan riset dilakukan terarah, terukur, terjadi tumpang tindih dan hilirisasinya akan terhambat. Untuk itu Dewan Riset Nasional (DRN) menyampaikan agenda riset nasional (ARN) kepada Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti). Ketua DRN Bambang Setiadi mengatakan, agenda riset penting agar sumber dana negara yang terbatas bisa dipakai dengan efisien, pengaturan riset terkoordinasi dan terimplementasi. “Riset penting bagi suatu bangsa. Menjadi tidak penting jika riset dilakukan tanpa agenda,” kata Bambang di sela-sela Sidang Paripurna Dewan Riset Nasional 2016, di Solo, Selasa (9/8). Bambang mengungkapkan, ARN 2016-2019 disusun untuk mengarahkan riset lembaga penelitian, perguruan tinggi, integrasi pelaku riset dan topik riset. ARN juga harus didukung pendanaan yang memadai agar berdampak pada inovasi yang nyata, dikomersilkan dan meningkatkan pengetahuan ilmiah baru. Bambang menambahkan, saat ini belum memberi kontribusi bagi pengembangan iptek. “Banyak hasil riset bagus, tetapi belum digunakan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya. Dalam acara tersebut hadir Presiden RI ketiga Prof BJ Habibie. Dalam sambutannya ia mengingatkan, DRN sudah dibentuk sejak tahun 1974. Kelahirannya dalam rangka mempersiapkan kerangka tinggal landas bangsa untuk menghadapi abad mendatang. “Mematikan DRN tinggal tunggu waktunya negara ini tidak ada artinya,” ucapnya. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir mengatakan, Kemristekdikti terus berupaya mengenalkan riset, inovasi ke daerah agar berkembang dalam berinovasi. Ia pun mengapreasiasi langkah DRN menyampaikan ARN. Menurutnya, DRN mendorong riset nasional lebih baik dan meningkatkan daya saing bangsa. Ari Supriyanti Rikin/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu