3 Anggota Kelompok Santoso Serahkan Diri, 16 Lainnya Terus Diburu

Sports Kompas Palu – Pascatewasnya pimpinan kelompok terorisme Poso, Santoso alias Abu Wardah dalam kontak tembak dengan Satgas Tinombala pada 18 Juli 2016 lalu, saat ini tercatat sudah tiga anggota kelompok itu yang masuk daftar pencarian orang (DPO) mulai turun gunung dan menyerahkan diri kepada aparat keamanan. “Kemarin satu lagi DPO turun gunung dan meyerahkan diri kepada Satgas Tinombala,” Kata Kabid Humas Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) AKBP Hari Suprapto di Palu, Senin (8/8). Hari menjelaskan orang yang menyerahkan diri itu bernama Salman alias Opik, Pada Minggu (7/8) sekitar pukul 15.30 Wita, Satgas Tinombala di Pos Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, menerima laporan dari warga bahwa ada anggota Santoso yang mau menyerahkan diri. Setelah berkoordinasi, Tim Densus 88 langsung menjemput Salman di salah satu pondok milik warga di Sungai Mati, Kampung Tamanjeka, Dusun Ratelemba, Desa Masani, Kecamatan Poso Pesisir. Sebelumnya dua anggota kelompok Santoso lainnya yang masuk DPO sudah menyerahkan diri. Jumri alias Tamar menyerahkan diri pada Jumat (5/8) dan sebelumnya lagi istri almarhum Santoso, Jumiatun Muslim alias Umi Delima, menyerahkan diri pada Sabtu (23/7). Hari mengatakan setelah tiga orang menyerahkan diri, hingga saat ini masih tersisa 16 anggota kelompok Santoso yang masuk DPO yang masih bergerilya di hutan dan terus diburu Satgas Operasi Tinombala. Sementara itu, Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Rudy Sufahdiari mengatakan Operasi Tinombala di Poso akan tetap dilanjutkan untuk mengejar sisa-sisa dari anak buah Santoso yang diperkirakan masih berada di pegunungan Poso dan sekitarnya. “Operasi Tinombala akan tetap dilanjutkan selama dua bulan ke depan,” katanya. Rudy yang juga penanggung jawab Operasi Tinombala 2016 itu mengatakan surat mengenai kelanjutan Operasi Tinombala telah ditandatangani Kapolri Jenderal Tino Karnavian. Mengenai jumlah pasukan, Rudy mengatakan tidak ada penambahan personel, tetapi ada pergantian guna memberikan penyegaran kepada personel yang telah lama bertugas dalam operasi tersebut. “Tidak ada penambahan pasukan, hanya pergantian pasukan di antaranya dari Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan,” ujarnya. John Lory/AB Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu