2019, Batas Waktu Inggris Tinggalkan Uni Eropa

Sports Kompas London – Inggris akhirnya menetapkan batas waktu untuk keluar sepenuhnya dari Uni Eropa (UE), atau biasa disebut sebagai Brexit, yaitu pada 2019 mendatang. Proses formal untuk keluar dari blok tersebut akan dimulai sebelum akhir Maret 2017, kata Perdana Menteri Theresa May, Minggu (2/10). “Rakyat telah bicara, dan kami akan mewujudkan itu,” kata May di . Pada kuartal pertama tahun depan, Inggris akan melaksanakan Pasal 50 dari Traktat UE, yang berisi cara-cara keluar dari blok dalam waktu dua tahun setelah bernegosiasi dengan 27 anggota UE lainnya. Ini untuk pertama kalinya pemerintah Inggris menetapkan tenggat yang jelas sejak referendum Brexit Juni lalu guna menyelesaikan tugas berat mengakhiri keanggotaan selama 40 tahun bersama mitra dagang terbesarnya itu. May juga mengatakan dia akan meminta para anggta parlemen untuk mengesahkan rancangan undang-undang (RUU) yang menyesuaikan semua undang-undang UE dengan UU Inggris dan akan berlaku begitu Inggris resmi meninggalkan UE. Legislasi ini artinya Inggris akan bisa memilih UU mana dari Uni Eropa yang akan tetap dipertahankan. Namun dia tidak banyak memberi penjelasan tentang masa depan hubungan dengan UE yang dikehendakinya, tentang warga Eropa yang tinggal di Inggris, warga Inggris yang tinggal di negara-negara UE, perbankan, bisnis, dan investor. Pertanyaan penting lainnya adalah seberapa jauh Inggris akan mengorbankan pasar bebas dengan negara-negara lain di Eropa sebagai imbalan atas kemampuan Inggris membatasi aturan imigrasi. Sejauh ini perekonomian Inggris terbukti lebih tahan guncangan dari kekhawatiran semula sesaat setelah referendum pada 23 Juni. Jatuhnya nilai tukar pound secara tajam membantu peningkatan pendapatan ekspor dan pariwisata, dan suntikan dana besar-besaran dari bank sentral atau Bank of England membantu membatasi dampak buruk Brexit di tahap awal ini. Heru Andriyanto/HA CNN Money

Sumber: BeritaSatu