Mourinho dan Kesedihan-kesedihan yang Berulang Dialaminya

Hampir dua dekade jadi pelatih, Jose Mourinho berulang melatih pemain top dan kemudian ditinggal pensiun. Seperti Zlatan Ibrahimovic yang kini mendekati akhir karier, itu membuat Mourinho sedih.

“Buat saya, itu selalu menyedihkan saat pemain besar menuju akhir (kariernya). Saya ingat, misalnya, pertandingan Luis Figo bersama sama di Inter, dan saya akan mengingat itu sebagai salah satu momen paling menyedihkan,” ucap Mourinho.

Mourinho melontarkan pernyataan tersebut terkait kepindahan Ibrahimovic ke LA Galaxy. Memutuskan merumput di Major League Soccer setelah puluhan tahun malang-melintang di Eropa, Ibra memang tengah mendekati akhir kariernya.

“Saya merasakan kesedihan saat pemain besar habis kariernya atau memasuki periode akhir kariernya. Jadi, untuk saya, perpisahan dengan Zlatan adalah ke arah tersebut (akhir kariernya).”

“Dia pemain top, Eropa kehilangan dia selamanya kini, karena dia tak akan kembali ke level ini. Tapi ini fantasttis untuk dia, cara yang fantastis untuk pergi,” sanjung Mourinho seperti dikutip dari onefootball.

Ibrahimovic memperkuat Manchester United selama sekitar 20 bulan. Di musim pertamanya dia tampil gemilang dengan koleksi 28 gol dari 46 pertandingan. Kontribusi itu membantu MU meraih Piala Liga Inggris dan Piala Liga Europa.

Ibra mengalami cedera di laga semifinal Liga Europa. Kerusakan ligamen pada kaki kanannya membuat musim dia tuntas lebih dini. Meski sempat kembali setelah absen panjang, Ibra tak bisa mengembalikan performanya.

Related Post