Lingard Ingin Ikuti Jejak Kelas ’92

Pemain-pemain kelas 1992 telah menorehkan sejarah di Manchester United. Jesse Lingard ingin generasinya bisa meniru pendahulunya itu dengan meraih banyak trofi.

Kelas ’92 MU melahirkan pemain-pemain top macam David Beckham, Paul Scholes, Ryan Giggs, Gary Neville dan Phil Neville. Mereka telah meraih gelar-gelar di kompetisi bergengsi, termasuk saat mengukir treble di 1999.

Saat ini, skuat Setan Merah diisi sejumlah pemain dari tim mudanya. Mereka adalah Lingard, Marcus Rashford, dan Paul Pogba. Sekalipun ketiganya sempat berpisah saat Pogba berkarier selama empat musim bersama Juventus sebelum akhirnya kembali ke Old Trafford setahun lalu.

Ketiganya telah membantu MU menjuarai Piala Liga dan Liga Europa di 2016/17. Koleksi gelar juara itu bisa bertambah karena MU berhasil lolos ke semifinal Piala FA.

“Itu semua tentang membuat sejarah baru tapi Anda bisa melihat tim dengan Paul Scholes, David Beckham, Gary Neville, dan lain-lain, dan Anda melihat apa yang sudah mereka raih. Sudah sewajarnya seperti aku, Marcus, dan Paul mencoba menirunya dan memenangi banyak trofi,” kata Lingard kepada Football Focus, yang dilansir ESPNFC.

“Mereka datang dari tim muda bersama-sama, tapi tim [muda]ku terpencar, jadi memiliki pemuda seperti Marcus di tim dengan Paul, mengingat dia sudah berada di sini sejak berusia 16 tahun, kami hanya ingin mencoba dan menyamai apa yang sudah mereka [kelas ’92] lakukan.”

Lingard sedang menikmati performa yang cukup oke. Pesepakbola berusia 25 tahun ini telah mencetak 13 gol dan lima assist di seluruh kompetisi untuk MU, walau sebagian besar dibuatnya dari bangku cadangan.

“Aku bermain bagus di tur pramusim tapi kemudian aku tidak bermain di beberapa bulan awal musim. Memang selalu berat menjalani periode itu, Anda harus berusaha dan membuat dampak dan Anda selalu harus siap,” sambung pemain internasional Inggris ini.

“Aku sabar dan aku sudah tahu pada akhirnya aku akan mendapatkan kesempatanku. Sekarang aku merasa nyama dengan diri sendiri dan lingkunganku sehingga membuatku bisa bermain lepas. Konsistensi, gol-gol, dan assist — hal-hal itu meningkatkan kepercayaan diri Anda dan membuat manajer berpikir bahwa dia tidak bisa mencadangkan Anda.”

Related Post