Liga Champions: Tradisi Liverpool Vs Kekuatan Manchester City

Liverpool memiliki sejarah bagus ketika menghadapi sesama klub Liga Primer Inggris dalam Liga Champions, yaitu pada babak semifinal 2005 melawan Chelsea. Saat itu, Liverpool menang agregat 1-0.

Pelatih asal Spanyol, Rafael Benitez, kemudian membawa Steven Gerrard dan kawan-kawan dari Liverpool menjuarai Liga Champions 2005. Mereka mengalahkan AC Milan di final melalui adu penalti 3-2 setelah seri 3-3 sampai perpanjangan waktu.

Menghadapi Manchester City pada pertemuan pertama perempat final Liga Champions di Stadion Anfield, Kamis dinihari, 5 April 2018, pelatih Liverpool, Jurgen Klopp, menjawab pertanyaan wartawan mengenai sejarah kehebatan timnya tersebut.

“Kami harus bangga dengan sejarah klub ini. Namun kami butuh menciptakan sejarah kami sendiri. (Borussia) Dortmund juga penuh dengan sejarah, tapi pada satu titik Anda mesti membuat sendiri. Anak-anak sudah siap,” kata pelatih asal Jerman itu dalam konferensi pers di Liverpool, Selasa, 3 April 2018.

Sebelumnya, Klopp sukses menangani Borussia Dortmund di Bundesliga Jerman. Ia menyadari mereka menghadapi salah satu klub terbaik di dunia saat ini, Manchester City, yang sebentar lagi menjuarai Liga Primer Inggris. “Saya tak menyebut mereka punya kelemahan, tapi mereka bukan tim yang sempurna,” katanya.

Sedangkan pelatih Manchester City, Pep Guardiola, mengatakan, saat melawan Liverpool di Liga Champions, timnya menghadapi musuh yang punya sejarah lebih hebat, kualitas tinggi, dan sejumlah pemain andal.

“Penampilan terbaik kami (Manchester City) dalam Liga Champions baru semifinal, dan mereka sudah menjuarainya lima kali (terakhir 2005). Mungkin mereka lebih favorit,” ujarnya.

Namun Guardiola sudah sangat berpengalaman dalam Liga Champions. Pelatih asal Spanyol itu membawa Barcelona menjuarai Liga Champions dua kali, yang terakhir 2011.

“Kami tidak boleh melupakan bahwa pertarungan ini bukan cuma melalui satu pertandingan. Dalam pertarungan sistem gugur, Anda harus tenang,” tutur Guardiola.

“Anda lihat (Real) Madrid dan Barcelona. Ketika tim lain sedang menyerang, mereka akan ‘meneguk segelas kopi’ karena mereka tahu peluang (untuk ganti menyerang) itu akan datang,” katanya.

Dalam pertemuan terakhir, yaitu dalam Liga Primer Inggris 2017-2018 pada 9 September lalu di Etihad, Manchester, City menggasak Liverpool 5-0. Namun pada musim liga sebelumnya Liverpool menang 3-0 di kandang sebelum menggilas City 4-1 di Etihad.

Related Post