Laga Pembuka Liga 1 yang Antiklimaks

Laga pembuka Liga 1 2018 antara Bhayangkara FC melawan Persija Jakarta di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat 23 Maret 2018 berakhir antiklimaks. Kedua tim tak mampu memecah kebuntuan sehingga laga berkesudahan dengan skor 0-0.

Bertindak sebagai tuan rumah, Bhayangkara FC harus mengalami tekanan. Sokongan dari Jakmania yang memenuhi tribun SUGBK membuat mereka harus menerima teror mental.

Terlihat di 15 menit awal pertandingan, skuat asuhan Simon McMenemy berkali-kali kehilangan bola. Mereka seperti tak bisa bermain dengan lepas.

“Sudah saya bilang sejak kemarin jika pertandingan melawan Persija cukup sulit. Tapi faktanya kami bermain dengan lima pemain muda, usia U-23 dan U-19,” kata Simon saat sesi konferensi pers usai pertandingan.

“Penampilan anak-anak memang tidak terlalu bagus. Tapi mereka memahami apa yang saya inginkan,” tambah pelatih asal Skotlandia ini.

Di kubu Persija, kegagalan memetik poin bukan karena buruknya kualitas penyelesaian akhir. Penampilan gemilang kiper Bhayangkara FC, Awan Setho Raharjo yang jadi sebab.

“Kiper Bhayangkara FC punya kualitas bagus hingga membuat Persija bekerja keras dalam laga malam ini,” ucap pelatih Persija, Stefano Cugurra.

Belum lagi Liga 1 bergulir, PT Liga Indonesia baru (LIB) selaku operator kompetisi mendapatkan masalah. Mereka ditinggal oleh Traveloka, yang merupakan sponsor di musim lalu.

Uniknya ketika acara peluncuran Liga 1 beberapa hari sebelumnya diumumkan bila perusahaan e-Commerce tersebut kembali menjadi rekanan.

Dengan fakta yang ada, bukan tak mungkin proyeksi pendapatan kompetisi kasta tertinggi sepakbola Indonesia merosot drastis.

“Saat peluncuran yang lalu, terjadi sedikit miskomunikasi. Sehingga, nama Traveloka masih masuk sebagai sponsor utama kompetisi,” kata PR Manager Traveloka, Busyra.

Di sisi lain, PT LIB tak ingin menyesali masalah ini. Mereka mengaku bakal berjuang semaksimal mungkin agar bisa mencari sponsor pengganti.

“Kami sendiri juga kaget karena ini sangat mendadak. Tapi, mungkin mereka punya pertimbangan lain. Sampai saat ini kami masih coba mencari pengganti mereka,” tutur Direktur Utama PT LIB, Berlinton Siahaan.

Cobaan di awal musim tentu menjadi pukulan telak bagi PT LIB. Mengingat di musim lalu mereka terkendala tunggakan hak komersial dan subsidi kepada klub peserta Liga 1.

Related Post