Laga Kandang Perdana Rugi, Borneo FC Naikkan Harga Tiket

Panpel Borneo mengatakan kenaikkan harga tiket yang mereka terapkan masih rasional.

Panitia pelaksaa (panpel) pertandingan Borneo FC mengambil kebijakan untuk menaikkan harga tiket laga kandang mereka di Liga 1 2018. Itu berkaca dari hasil yang didapatkan pada laga kandang perdana ketika menjamu Sriwijaya FC di Stadion Segiri, Samarinda, 25 Maret lalu, mereka mengalami kerugian.

Novi Umar selaku chief marketing Borneo menjelaskan, kenaikkan harga tiket yang mereka terapkan masih rasional. Untuk kelas ekonomi harga tiket dinaikkan Rp5 ribu, sementara tribun VIP dinaikkan Rp20 ribu dari harga sebelumnya.

“Untuk kelas ekonomi yang sebelumnya dijual diharga Rp25 ribu menjadi Rp30 ribu, sedangkan di tribun VIP kami menjual dengan harga Rp80 ribu. Saya pikir kenaikan ini tidak terlalu besar dibandingkan tim-tim lain di Indonesia. Kami sudah mengadakan pertemuan dengan panpel, serta manajemen saat membahas soal kenaikan harga tiket,” kata Novi, seperti dikutip laman resmi Borneo.

“Saya yakin masyarakat masih bisa membeli tiket. Kami sebenernya tak mau memberitahukan ke masyarakat mengapa tiket kami naikkan, tetapi kami harus buka semuanya. Alasannya ya itu tadi, cost (pembiayaan) yang kami keluarkan tidak bisa ditutupi dengan harga tiket sebelumnya,” jelasnya.

Harga tiket tersebut bakal diterapkan pertama kali pada saat tim Pesut Etam menjamu Arema FC. Laga kedua tim akan digelar di Stadion Segiri, 9 April mendatang.

Borneo sendiri saat ini bisa dibilang mengawali musim ini dengan cukup baik. Dari dua laga yang telah dijalani, mereka sudah mengemas empat poin. Hasil sekali imbang dengan Sriwijaya (0-0) dan menang atas Mitra Kukar (1-0). Sementara ini, skuat yang dilatih Dejan Antonic itu menduduki posisi kelima klasemen.

Related Post