Pembelaan Hamilton Soal Aksinya Melambatkan Mobil

Jakarta – Lewis Hamilton membela aksinya melambatkan laju mobil di lap-lap akhir untuk menghalau Nico Rosberg masuk tiga besar. Meski dikritik, Hamilton tetap pada pendiriannya. Meski menang di GP Abu Dhabi, Hamilton tetap gagal mempertahankan titel juara dunia miliknya. Gelar tersebut melayang ke Nico Rosberg, yang pada balapan itu finis di posisi kedua. Hamilton bisa mempertahankan titel juara dunianya andai dia jadi juara dan Rosberg finis di luar podium. Hal itu sudah diupayakan Hamilton di lap-lap terakhir dengan cara melambatkan laju mobilnya. Dengan trik itu, dia berharap Rosberg akan direpotkan oleh Sebastian Vettel dan Max Verstappen yang membayangi di posisi tiga dan empat. [Baca Juga: Nico Rosberg Juara Dunia F1 2016] Atas aksi melambatkan mobil itu, Hamilton sempat diingatkan untuk membalap dengan kecepatan normal oleh Direktur Eksekutif Tim Mercedes, Paddy Lowe. Tapi dia menolak team order itu. “Pada akhirnya kami berada di sana untuk balapan. Tim sudah memenangi gelar juara dunia konstruktor,” cetus Hamilton dikutip dari F1Fanatic . “Pada poin itu, apa yang harus saya lakukan? Duduk diam di sana dan membiarkan dia (Rosberg) memenangi kejuaraan? Saya harus menolong diri saya sendiri,” lanjut dia. Di klasemen akhir, Hamilton tertinggal lima poin di belakang Rosberg (385:380). Hamilton memenangi lebih banyak balapan musim ini dibanding rekan setimnya itu (10:9), Hamilton juga lebih banyak finis di atas podium (16:17). “Saya tidak tahu kenapa mereka (Tim Mercedes) tidak membiarkan saja kami balapan. Tidak ada momen di mana saya merasa saya akan kalah dalam balapan ini. Itu memalukan, jelas sekali pola pikir mereka, tak banyak yang bisa saya katakan,” lanjutnya saat ditanya soal pesan radio dari timnya. [Baca Juga: Sengaja Melambat di Lap-lap Akhir, Hamilton Dikritik] Hamilton menyangkal kalau aksinya dinilai tidak fair . Karena tidak melakukan sesuatu yang berbahaya dan dalam posisi memimpin balapan, Hamilton merasa aksinya tidak salah. “Saya tidak melakukan hal yang berbahaya jadi saya tidak berpikir kalau saya melakukan sebuah kecurangan. Kami sedang berjuang menjadi juara dunia. Saya memimpin. Saya mengontrol kecepatan. Itu aturannya,” lanjut dia di . (din/raw)

Sumber: Sport Detik