�Ikhwanul Muslimin Bak Raja Semalam�

RIMANEWS – Organisasi Islam paling berpengaruh di Mesir, Ikhwanul Muslimin (IM), kini berada di titik nadir. Terseok-seok menerima perlakuan rezim militer Hosni Mubarak beberapa dekade lalu, sekarang pun dituduh teroris oleh pemerintahan sementara Mesir. Presiden terpilih dari kelompoknya, Muhammad Mursi, yang sempat menjabat presiden beberapa waktu, kini sedang di dalam jeruji pesakitan menghadapi tuduhan atas upaya penghasutan pembunuhan sedikitnya 3 pengunjuk rasa di luar istana presiden pada 2012 lalu. Baca Juga Empat Warga Gaza Tewas Tertimbun di Terowongan Pengadilan Kasasi Mesir Batalkan Vonis Mati Mursi Isi Lengkap Surat MUI ke Ulama Mesir Unjuk rasa itu sendiri berkaitan dengan konstitusi yang saat itu hendak diberlakukan Mursi. Kini konstitusi Mursi ramai-ramai ditolak untuk digantikan dengan konstitusi baru pada momentum referendum nasional Mesir, Selasa dan Rabu (14-15/1/2014) kemarin. Perjalanan IM sejak didirikan oleh Hasan Al-Banna dan kawan-kawannya hingga hari ini memang tidak pernah rukun dengan pemerintah. Tindakan-tindakan suppresif seperti pelarangan, pembubaran atau penangkapan para anggotanya, telah dirasakan IM sejak lama. “IM itu bak raja semalam saja,” ujar Hasibullah Satrawi, pengamat politik Timur Tengah. Lebih jauh, alumnus Al-Azhar University yang pernah menetap lama di Cairo itu menambahkan bahwa selalu saja setelah lepas dari belenggu rezim penguasa yang satu, IM terpuruk lagi di tangan penguasa lainnya. Kesuksesan IM menggulingkan diktator kuat semacam Mubarak harus diacungi jempol. Peristiwa Revolusi 2011 itu, merupakan rangkaian krisis politik Timur Tengah atau masyhur disebut Arab spring , yang berpusat di Tahrir Square, boleh disebut puncak sejarah perjuangan IM. Apalagi setelah memenangkan pemilu demokratis pertama kalinya di Mesir, popularitas IM membubung tinggi. Akan tetapi, yang terjadi setelah kemenangan IM saat ini adalah keterpurukan lain lagi. Konstitusi 2012 buatan Mursi boleh jadi adalah pemicu kondisi memprihatinkan IM saat ini. Selama menjabat, Mursi dinilai kurang adil terhadap pengikut Kristen Koptik. Gelombang protes pun bermunculan dari kelompok sekuler. Lalu seperti saat inilah IM sekarang, dicap teroris dan ditangkap satu persatu anggotanya. Mereka pun hanya bisa memboikot referendum yang diselenggarakan pemerintah, kemarin. “Tapi Mesir ini adalah tumpah darah bagi rakyatnya. Ya IM, ya kelompok sekuler, ya Kristen Koptik, semua menganggap Mesir tumpah darah mereka,” papar Hasibullah. “Kering rasanya bila masa depan negeri Musa dan Firaun itu ditentukan tanpa melibatkan elemen rakyatnya,” imbuhnya. (mf/RM) Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : Internasional , Mesir , Hasibullah Satrawi , Krisis Mesir , Ikhwanul Muslimin , Referendum Mesir , Hasan al-Banna , Morsi , mursi , Internasional , Mesir , Hasibullah Satrawi , Krisis Mesir , Ikhwanul Muslimin , Referendum Mesir , Hasan al-Banna , Morsi , mursi , Internasional , Mesir , Hasibullah Satrawi , Krisis Mesir , Ikhwanul Muslimin , Referendum Mesir , Hasan al-Banna , Morsi , mursi

Sumber: RimaNews