Guardiola: Saya Beruntung di Manchester City

Ada alasan mengapa laju Manchester City sensasional di musim ini. Hal itu tidak lepas dari kepercayaan City terhadap sang manajer Josep Guardiola.

Guardiola gagal di musim pertamanya usai gagal mengantar City meraih satu trofi pun. The Citizens finis ketiga di Premier League; semifinal Piala FA; babak keempat Piala Liga; dan tersingkir di babak 16 besar Liga Champions. Padahal, pria Catalan itu diharapkan bisa mencetak sukses besar setelah reputasinya di Barcelona dan Bayern Munich.

Akan tetapi, City masih mendukung penuh Guardiola. Kesabaran itu tampaknya mulai terbayar di musim ini.

Didukung dengan belanja musim panas yang memadai, City meluncur mulus. Sergio Aguero dkk. nyaman di puncak klasemen Premier League, maju ke perempatfinal Piala Liga, dan telah lolos ke fase knockout Liga Champions dengan dua laga sisa.

Guardiola mengaku beruntung sekaligus bahagia karena City masih memberi waktu. Menurut Guardiola, itulah yang menjadi kunci performa City saat ini.

“Musim lalu, kami tidak mampu memenangi satu laga tandang di Liga Champions dan di musim ini kami sudah menang dua kali. Mudahmudahan melawan Shakhtar Donetsk kami bisa menang lagi,” kata Guardiola kepada Sky Sports.

“Orangorang mengharapkan kalau ketika seorang manajer baru datang, akan langsung berhasil dan terkadang orangorang lupa bahwa Anda butuh waktu untuk membereskan sesuatu.”

“Membuat para pemain saling mengenal, saling percaya, mengetahui segalanya tentang Premier League lawanlawan, gaya bermain, wasit dan tidak masalah seberapa sukses Anda di masa lalu, Anda terkadang tetap perlu waktu.”

“Untungnya, saya orang yang beruntung dan saya memiliki klub di mana mereka memberi Anda waktu untuk melakukan hal itu. Jadi saya tidak memiliki perasaan bahwa mereka tidak mempercayai saya dan ini bagus sekali. Itulah mengapa saya sangat bahagia di sini.”