Egy Maulana Bicara Latihan Bareng Evan Dimas, Lawan Tersulit Di Piala AFF U-18 2017 Hingga Sahabat Di Timnas U-19

NAMA Egy Maulana Vikri mulai berkibar pada pertengahan 2016. Berstatus pemain pinjaman dari PPLP Ragunan, Egy membawa ASIOP Apacinti juara Gothia Cup U-15 (Piala Dunia Mini) 2016. Di turnamen tahunan tersebut, pesepakbola asal Medan pun menyabet predikat pemain terbaik plus top skor dengan koleksi 28 gol.

Setahun berselang, Egy membela Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-19 di Turnamen Toulon 2017 yang berlangsung di Prancis. Ia meraih trofi Jouer Revelation, gelar yang pernah diraih Zinedine Zidane (1991) dan Cristiano Ronaldo (2003) di ajang yang sama.

Kiprah Egy itu pun tidak lepas dari pengamatan pelatih Timnas Indonesia U-22, Luis Milla. Di usia yang saat itu belum menginjak 17 tahun, Egy dipanggil Milla untuk mengikuti pemusatan latihan nasional (Pelatnas) Timnas Indonesia U-22 di Bali pada awal Juli 2017.

Kesempatan berlatih bareng Evan Dimas dan kawan-kawan tak disia-siakan pemain yang mengawali karier junior bersama klub bernama Asam Kumbang itu. Awalnya ia mengaku takut berlatih bersama sang idola, meski akhirnya mengalir seperti biasa.

Selain pengalaman berlatih bareng personel Timnas U-22, Egy juga bercerita seputar lawan tersulit di Piala AFF U-18 plus sahabat karib di Timnas U-19.

Berikut wawancara eksklusif Okezone bersama Egy Maulana:

1. Di pertengahan tahun ini, Egy dapat kesempatan menjalani pelatnas bareng Timnas Indonesia U-22 yang notabene diisi Evan Dimas dan kawan-kawan. Bagaimana kesan-kesannya saat itu?

Senang banget bisa latihan bereng idola sendiri. Awalnya takut-takut juga latihannya karena bareng sama idola. Tidak menyangka bisa satu lapangan bareng idola.

2. Egy tampil maksimal di Piala AFF U-18 2017. Dari enam laga yang dimainkan Indonesia, negara mana yang paling sulit dihadapi?

Vietnam jadi yang tersulit. Mereka memiliki pertahanan rapi. Permainan mereka juga keras dan sering menghajar saya. Sementara lawan Thailand (di semifinal) kami hanya kalah beruntung. Rezeki memang belum berpihak ke kita.

3. Dari sekian banyak rekan Egy, selain Witan Sulaiman, ada sahabat lain di Timnas U-19?

Firza Andika. Firza teman kecil saya. Saya Sekolah Sepakbola (SSB) dengan dia sejak kecil. Setelah lama tak bertemu, saya kembali bertemu Firza saat seleksi Timnas Indonesia U-19 di Sawangan. Kaget juga saat itu. Pada akhirnya kami sama-sama lolos seleksi dan bikin bangga SSB dan daerah Medan juga.