Carragher Tak Kritik Taktik Mourinho di Anfield, tapi

Jamie Carragher tidak mengkritik taktik Jose Mourinho saat Manchester United mengimbangi Liverpool di Anfield. Tapi kecenderungan saat ini disebutnya tak menguntungkan terkait kans juara MU.

Pada akhir pekan lalu MU pulang dari Anfield markas Liverpool dengan meraih satu poin berkat hasil seri 00. MU cuma bikin satu tembakan ke target di laga itu. Musim ini, itulah laga pertama MU menghadapi salah satu tim enam besar pada musim lalu.

Setelah pertandingan tersebut, Mourinho mendapat kritikan dari sejumlah pihak karena dianggap sudah memainkan sepakbola negatif di Anfield dan memang cuma mengincar hasil seri.

Carragher, yang karier bermainnya dihabiskan di Liverpool, tidak ikutan mencibir. Namun, ia juga memberikan penilaian negatif jika The Red Devils terus bermain seperti di lagalaga besar.

“Pertamatama saya harus bilang tak punya masalah dengan apa yang dilakukan Mourinho. Ia biasa melakukannya dan saya pun sudah memprediksinya sebelum pertandingan,” kata Carragher dalam acara Monday Night Football di Sky Sports.

“Usai laga Juergen Klopp mengatakan Liverpool takkan pernah bisa main seperti (MU di laga) itu; mungkin sekarang memang begitu, tapi Liverpool saya dulu pernah melakukannya dalam sejumlah kesempatan dan mendapat hasil.”

Juergen Klopp saat Liverpool disambangi MU

“Saya pikir kritikan harus disimpan dulu sampai akhir musim, jika hasil mereka dalam lagalaga besar di kandang lawan tidak membaik dan itu membuat Manchester United kehilangan gelar juara,” ucapnya.

Dalam statistik yang disajikan Sky Sports, terungkap bahwa Mourinho tidak pernah satu kali pun menang dalam 10 lawatan terakhirnya ke markas tim lawan yang berstatus enam besar Premier League.

Di markas Arsenal, Chelsea, Liverpool, Manchester City, dan Tottenham Hotspur, tim besutan Mourinho bahkan tidak mampu mencetak gol dalam sembilan pertandingan di antaranya.

Carragher, yang memberikan analisisnya dengan ditemani mantan kiper MU Peter Schmeichel di studio, menyebut bahwa kecenderungan statistik tersebut membuktikan bahwa taktik Mourinho untuk lagalaga besar tidaklah berjalan dengan baik.

“Jose Mourinho senantiasa disanjung, dan ini memang tepat, sebagai sosok yang mampu meraih hasil bagus di momenmomen besar, lagalaga penting. (Tapi) caranya belakangan ini tidak berfungsi,” ujar Carragher.

“Di masa Peter Schmeichel meraih titeltitel dengan Manchester United dan kemungkinan punya enam laga besar, Liverpool kandang dan tandang away, Arsenal kandang dan tandang, dan sat tim lain seperti Chelsea atau Newcastle. Itu sudah 18 poin. Artinya ada 30 poin dengan situasi enam besar saat ini. Itu merupakan bagian besar dari perjalanan musim.”

“Jika itu tidak membaik maka mereka tidak akan menjuarai liga dan ketika itulah kritikan akan datang. Saya takkan mengkritik caranya main di Anfield karena kemenangan tetap bisa diraih dengan cara itu, tapi kalau hasilhasil seperti ini berlanjut maka saya pikir akan sangat sulit untuk meraih gelar juara,” tuturnya memberi analisis.

Saat ini MU membuntuti Manchester City dengan jarak dua angka dalam perebutan gelar juara. Carragher percaya bahwa pertandingan antartim besar akan menjadi penentu.

“Manchester City sudah dapat enam poin dari maksimal enam poin dari head to head dengan Liverpool dan Chelsea. Manchester United baru menjalani satu laga (lawan tim besar) dan dapat satu poin dari Liverpool, itu bagus dan tidak buruk,” katanya.

“Akan tetapi, pada prosesnya nanti ia (Mourinho) harus bisa meraih poinpoin maksimal. Jika tidak, dan City melanjutkan kecenderungannya saat ini, ketika itulah akan datang kritikan bahwa ia (Mourinho) sudah terlampau negatif,” ujar Carragher.