Ancaman Protes Bikin Liverpool Batal Boyong Ronaldo

Diam-diam Liverpool ternyata pernah hampir memboyong Cristiano Ronaldo. Mereka mengklaim lebih dulu menemukan bakat penyerang asal Portugal itu sebelum Manchester United.

Adalah mantan manajer The Reds, Gerard Houllier, yang membuat pengakuan. Dia menjelaskan, nyaris memboyong CR7 pada 2003, usai menyaksikan penampilan Ronaldo di Toulon Tournament.

Negosiasi sudah berjalan dengan Ronaldo dan Sporting Lisbon selaku pemilik kala itu. Tapi, akhirnya transfer batal, karena Liverpool tak menyanggupi tuntutan gaji sang pemain.

“Kami tidak mau membayar tuntutan gaji yang dimintanya,” kata Houllier kepada Liverpool Echo.

Karena Liverpool mundur, MU pun langsung menyerobot. Ronaldo digaet dengan biaya £12 juta ke Old Trafford.

Meski sadar kehilangan salah satu talenta berkelas, tapi Houllier tidak menyesal. Dia punya sejumlah alasan. Termasuk, menghindarkan kekacauan di ruang ganti.

Gaji besar yang diminta Ronaldo, menurut Houllier melampaui batas atas bayaran pemain Liverpool kala itu. Jika mengabulkan permintaan pemain yang sekarang menjadi kapten timnas Portugal itu, maka ditakutkan para pemain lain akan memberontak.

“Saya setuju untuk tidak mematahkan batasan gaji pemain. Saya berpikir itu akan merusak harmonisasi di ruang ganti,” tegas Houllier yang menangani Liverpool sejak 1998 hingga 2004 itu.