Calon Walikota Depok Berkemampuan Melebihi Nur Mahmudi

DEPOK (Pos Kota)- Kalangan DPRD berharap bakal calon (balon) walikota periode 2015-2020 berkemampuan melebihi Nur Mahmudi Ismail. Pasalnya, selama 10 tahun pemerintahannya belum pembangunan fisik yang fenomenal. Edy Sitorus, anggota DPRD periode 2009-2019, menilai belum terlihat kemampuan berlebih dari para Balon walikota yang muncul. “Padahal kota Depok membutuhkan pemimpin yang mengakselerasi pembangunan yang terintegrasi, baik antarwilayah kecamatan ataupun antarsekitar wilayah penyangga Ibukota,” ujar politisi Partai Demokrat itu saat dihubungi wartawan. Hal senada diungkap Bernhard Simorangkir, anggota DPRD periode 2014-2019 saat reuni dengan rekan sejawat wakil rakyat masa 1999-2004, Mansyuria & Agustondo. Mereka sepakat menilai pembangunan Kota Depok stagnan dibanding semasa Walikota Badrul Kamal. “Saat itu, modal (APBD + PAD) relatif kecil tapi mampu menciptakan pembangunan yang fenomenal,” ujar Mansyuria kepada wartawan di Masjid DPRD Depok. Dicontohkannya dengan dibuka akses jalan tembus Margonda dengan Raya Bogor melalui Jalan Raya Juanda. Juga jalan layang AR Hakim, yang menghubungkan Margonda dengan Beji. Termasuk Komplek pemerintahan di Grand Depok City, Kota Kembang serta Gedung DPRD, RSUD, & Balaikota. Padahal, ulas mereka, selama 5 tahun APBD mulai 11miliar sampai Rp 350 miliar dimana terakhir Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2004 hanya Rp 50 miliar. Sementara masa Walikota Nur Mahmudi memiliki APBD Rp2 triliun dengan PAD Rp 600 miliar tetapi pembangunan fisik fenomenal melempem. “Ini pun tidak lepas kekecewaan kami terhadap anggota dewannya yang tidak memiliki visi misi dan kurang peduli,” tandas Mansyuria. (rinaldi/sir)

Sumber: PoskotaNews