5 Tim Paling Menghibur di Sepak Bola Eropa

Sepak bola saat ini bukan melulu soal hasil. Banyak dari mereka yang mulai menerapkan permainan indah dari kaki ke kaki yang menghasilkan gol cantik.

RB Leipzig contohnya. Meski dikatakan baru dalam sepak bola Jerman, mereka memiliki permainan yang indah untuk disaksikan.

Bayangkan, dari sembilan pertandingan awal Bundesliga ini, mereka telah melakukan 528,3 umpan, 27,3 di antaranya umpan panjang, dan 398,3 lainnya umpan pendek dengan rata-rata 80,6 persen akurat. Bahkan, mereka juga menguasai 56,3 persen bola dalam setiap pertandingannya.

Sudah jelas, permainan kaki ke kaki yang diterapkan Leipzig sangat menghibur. Tapi, masih ada lagi yang lebih istimewa, siapa saja?

Lazio (Italia)

Tidak banyak yang memprediksi Lazio masuk daftar ini. Sebab, mereka tampil buruk menjelang akhir musim lalu. Tanda awal kebangkitan mereka adalah saat menghancurkan Juventus di Coppa Italia. Pasukan Simone Inzaghi mengalahkan Juve 3-2 yang cukup mengejutkan

Catatan Whoscored, rata-rata lini tengah Lazio menghasilkan 10,6 umpan kunci tiap laganya dengan rating 7,06. Kehadiran Ciro Immobile yang didukung pemain Spanyol Luis Alberto dan Marco Parolo membuat Lazio sudah mengemas 32 gol sejauh ini di Serie A dan Liga Europa.

Olympique Lyonnais (Prancis)

Lyon juga istimewa sejauh ini. Kehadiran sang kapten, Nabi Fekir merupakan titik kunci baik secara individu atau tim.

Kedatangan beberapa pemain baru, macam Bertrand Traore (Chelsea) & Mariano Diaz (Real Madrid) berkolaborasi dengan nama-nama lama, seperti Memphis Depay, Maxwel Cornet dan Myziane Maolida. Mereka telah mencetak 29 gol di pertandingan Ligue 1 dan Liga Europa.

Permainan cepat mereka tergambar dari rata-rata mereka per laga melakukan 14,8 tembakan ke gawang, dengan 6 di antaranya tepat sasaran. Mereka juga rata-rata melakukan 8,8 umpan kunci, 7,7 di antaranya umpan kaki ke kaki.

Valencia (Spanyol)

Meski Barcelona saat ini menempati posisi teratas di La Liga, namun Valencia mulai menunjukkan tajinya. Mereka dianggap menjadi tim menghibur di La Liga karena kebangkitan di bawah pelatih baru Marcelino.

Menurut catatan, rata-rata mereka melakukan permainan bola dengan kecepatan 180 km per jam. Kepemimpinan Marcelino yang memang menekankan fisik membuat gairah bermain Valencia bangkit.

Los Che telah mengemas 25 gol yang dicetak hanya dalam 9 pertandingan La Liga. Rekor ini lebih mengesankan dari Real Madrid, Atletico Madrid dan Sevilla.

Napoli (Italia)

Menjaga dominasi saat mengedarkan bola dengan cepat dan tepat, telah menjadi ciri khas Napoli belakangan ini. Hal ini menjadi lebih luar biasa mengingat mereka cuma mendatangkan Andre Ounas musim panas lalu.

Banyak tim akan menderita jika striker teratas mereka mengalami cedera. Namun Napoli berhasil mengatasi hal itu setelah Arkadiuz Milik cedera.

Trio depan, Dries Mertens, Lorenzo Insigne dan José Callejón plus kapten Marek Hamsik sukses memberikan jawaban. Permainan apik mereka telah membawa tim ke puncak klasemen Serie A dengan mencetak 31 gol dari 9 laga Serie A dan 3 pertandingan Liga Champions sejauh ini.

Musim ini, mereka rata-rata melakukan 18,7 tembakan, dengan menguasai pertandingan 60,2 persen per laga. Napoli juga punya akurasi umpan mencapai 89,6 persen, dengan 9,8 kali sukses duel area.

Manchester City (Inggris)

Setiap pertandingan Manchester City sejauh ini telah mencetak rata-rata dua gol per laga. Hal itu sudah menggambarkan betapa agresifnya mereka.

Filosofi Pep Guardiola sudah mulai terlihat dampaknya dengan menguasai lapangan, passing pergerakan tanpa henti dan perubahan posisi yang konstan selama pertandingan. Karakteristik ini merupakan keunggulan tim Spanyol, tapi Manchester City bisa melakukan itu.

Bayangkan, The Citizens rata-rata menguasai 65 persen pertandingan. Akurasi umpannya nyaris sempurna, yakni 89,2 persen. Kevin de Bruyne boleh dibilang otak permainan mereka dengan rata-rata melakukan 85,2 umpan akurat, dan enam assist-nya.