5 Striker Tertajam Sebelum Era Messi dan Ronaldo

Dunia sepak bola pernah dihiasi dengan sejumlah penampilan gila dari para striker tajam seperti yang diperlihatkan Messi dan Cristiano Ronaldo sekarang. Namun harus diakui, mereka kalah cemerlang pada era saat ini karena ada nama Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Jauh sebelum nama Messi dan Ronaldo terdengar, beberapa pemain mencatatkan kegemilangan. Filippo Inzaghi misalnya. Mantan striker AC Milan itu dianggap sebagai penyerang opurtunis.

Super Pippo sukses mencetak 288 gol dari 623 pertandingan untuk tim seperti Juventus dan AC Milan yang memenangkan tiga gelar Serie A dan 2 Gelar Liga Champions. Atau George Weah yang disebut-sebut sosok yang mengilhami beberapa striker yang ada saat ini.

Pemain yang dijuluki The Black Diamond itu mengemas 193 gol dalam 411 penampilan untuk klub-klubnya. Di La Liga Spanyol, ada Raul Gonzales yang sempat menjadi raja gol untuk Madrid baik di La Liga ataupun Liga Champions.

Namun semua itu kini suddah lewat karena kemunculan Ronaldo.Masih ada lagi yang lebih gila, siapa saja? Berikut para striker tajam sebelum era Messi-Ronaldo dikutip Sportskeeda:

5. Gabriel Batistuta

Definisi dari istilah “finisher mematikan”, Batigol atau El Ángel Gabriel adalah sosok yang menjawab semua itu. Dia salah satu striker paling terkenal di zaman keemasannya dan sangat populer di kalangan penggemar AS Roma.

Sosok yang punya rambut panjang itu sangat melegenda untuk publik Fiorentina dan AS Roma. Bahkan, masyarakat Florence membangun sebuah patung untuk menghormatinya.

Dengan kemas 271 gol dalam 507 pertandingan merupakan bukti abadi tentang kehebatannya. Untuk waktu yang lama, rekornya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Argentina (54 gol dalam 77 caps) baru dipecahkan oleh Lionel Messi pada 2016.

Batigol dikenal karena tendangan kerasnya. Dia juga paling handal saat mengeksekusi bola-bola daerah kotak penalti yang diberikan kepadanya.

4. Andriy Shevchenko

The briliant one, jenius, dan cepat merupakan indikator yang pantas disematkan kepada Andriy Shevchenko. Dia adalah salah satu pemain paling berbakat di zaman keemasannya.

Memiliki fleksibilitas bermain, baik melalui sayap, atau sebagai striker tunggal di tengah, Sheva unggul dalam semua peran ini. Kuat, cepat dan mampu melepaskan sepakan keras akurat dengan kedua kakinya, Sheva memiliki nama legendaris di kota Milan.

Bayangkan, dia sukses kemas 346 gol dalam 716 pertandingan merupakan bukti kecemerlangan bakat generasi ini. Rekornya untuk tim nasional Ukraina juga luar biasa, yakni 48 gol dalam 111 penampilan.

3. Raúl González Blanco

El Capitan yang satu ini merupakan striker paling oportunis di dunia. Di balik wajah kalemnya, ada hasrat mencetak gol yang mengerikan dalam seorang Raul.

Raul dianggap nomor 7 terbesar dalam sejarah Real Madrid selain Ronaldo. Catatannya untuk gol bagi Real Madrid dan Spanyol mungkin telah terhalang oleh Cristiano Ronaldo serta David Villa, namun warisannya tetap tidak berkurang.

Dia mencetak 404 gol di 940 pertandingan klub dan mendapat 44 gol dalam 102 caps untuk La Furia Roja. Sebuah capaian fantastis baginya.

Namun sayang, Raul Gonzalez gagal memberi gelar juara untuk Timnas Spanyol. La Furia Roja malah berjaya saat Raul sudah tidak lagi membela timnas.

2. Thierry Henry

Berbicara pemain Prancis terbaik, jawabannya adalah Thierry Henry. Dia bahkan mendapat julukan King Henry karena gol seperti menjadi hobinya di Arsenal.

Namanya masih melegenda untuk publik Emirates Stadium. Punya kecepatan, pergerakkan tanpa bola, serta insting mematikan menjadi indikator bagi pemain temuan Arsene Wenger itu.

Dia total mengpleksi 284 gol dalam 541 pertandingan untuk klub yang dimainkannya (AS Monaco, Juventus, Arsenal, dan Barcelona). Catatannya untuk Les Bleus sama mengesankannya, mencetak 51 gol dalam 123 penampilan.

1. Ronaldo Luís Nazário de Lima

Jauh sebelum Ronaldo dari Portugal terkenal, Ronaldo asal Brasil ini pernah menjadi biah bibir. Punya fisik yang kuat dan dibarengi dengan kecepatan, membuat Ronaldo Luis Nazario ditakuti bek lawan.

Tak ayal, beberapa klub besar pernah dibelanya. Mulai dari PSV Eindhoven, FC Barcelona, Inter Milan, Real Madrid, dan AC Milan. Meski sempat cedera, Il Fenomeno sangat hebat sehingga banyak pemain terinspirasi darinya.

Bayangkan, selama berkarier di level klub, Ronaldo mengemas 247 gol hanya dalam 343 penampilan. Rekornya untuk Brasil sama menakutkannya, yakni 62 gol dalam 98 pertandingan.