Usai Diperiksa Sebagai Tersangka, Wali Kota Madiun Tebar Senyuman

4d Singapore Jakarta- Wali Kota Madiun Bambang Irianto memilih bungkam usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (8/11). Bambang diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun tahun 2009-2012. Usai menjalani pemeriksaan selama hampir delapan jam, Bambang terlihat keluar ruang pemeriksaan sekitar pukul 17.40 WIB. Namun, Bambang memilih bungkam saat dikonfirmasi awak media mengenai pemeriksaan yang pertama kali dijalaninya setelah berstatus tersangka. Alih-alih menjawab pertanyaan wartawan, politikus Partai Demokrat itu hanya menebar senyuman. Tanpa berkomentar apa pun, Bambang berupaya menerobos kerumunan awak media dan masuk ke mobil Vellfire putih berplat nomor B 1410 UZP yang telah menunggunya di pelataran Gedung KPK. Selain Bambang dalam mengusut kasus ini, KPK memeriksa Direktur PT Tangga Baru Jaya Abadi, Mardin Zendrato dan Direktur Utama PT Lince Romauli Raya, Tonggung Napitupulu. Keduanya diperiksa untuk melengkapi berkas Bambang. Diketahui, KPK menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Pasar Besar Kota Madiun, Senin (17/10). Wali Kota Madiun dua periode itu diduga melakukan penyimpangan dengan menerima gratifikasi dalam pembangunan Pasar Besar Kota Madiun dengan nilai anggaran sekitar Rp 76,5 miliar. Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Bambang disangkakan melanggar Pasal 12 huruf i atau Pasal 12 huruf B atau Pasal 11 UU nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001. Fana Suparman/WBP Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu