Ternyata, Begini PSSI Kategorikan Tujuh Klub Bermasalah

BERITA TERKAIT PSSI Jamin Status Persebaya Aman Ini Agenda Kongres PSSI 8 Januari 2017 PSSI Dukung Perubahan Home Away ISL 2017 Bisa Dipimpin Wasit Asing, Jika… INDOPOS.CO.ID – Executive Committee (Exco) PSSI Gusti Randa mengakui pembahasan status tujuh klub yang sempat tertunda di Kongres PSSI 10 November lalu tak akan mudah. Sebab, kondisi setiap klub yang bermasalah, tak sama satu dengan yang lainnya. “Dari tujuh klub itu, kita telah membuat identifikasi permasalahannya. Kita bisa katakan ada beberapa kategori. Seperti Persebaya, persoalan dulu anggota, apakah sekarang bisa kembali dan seterusnya,” katanya, Selasa (27/12) siang. Kemudian, kategori lainnya adalah persoalan bahwa ada satu klub, yang memiliki dua kepengurusan. Alhasil, seperti yang diaku-aku bahwa ada Arema FC ada Arema Indonesia yang saat ini sedang dipermasalahkan. “Nah, kita sampai ke sana. Untuk yang kedua. Satu klub dua pengurus, itu artinya sepanjang aturannya masih ranah yuridiksai PSSI kita bisa putuskan. Tapi kalau ranah peraturan perdata, pasti hukumnya bukan yuridiksi PSSI, kemungkinan harus diselesaikan di pengadilan,” tandasnya, Ketegori lainnya, ada satu tim yang ingin menjadi anggota PSSI, tapi kemudian mengatur dan maunya masuk jadi anggota, tanpa kompetisi Amatir langsung masuk ke Divisi Utama. “Jadi dia mau masuk, tapi kalau bisa di kasta nomor dua,” ucapnya. Meski sudah mengkategorikan menjadi tiga, Gusti masih enggan menyebut klubnya secara ekplisit. Tapi, JPNN mencoba menggolongkan klub itu sesuai dengan penjelasan PSSI dan kondisi di lapangan. Untuk Kategori pertama, klub yang sangat identik adalah Persebaya Surabaya, Persema Malang, dan Persibo Bojonegoro. Yang Dualisme, adalah Arema dan Persipasi Bekasi. Kemudian, Lampung FC dan Persewangi berada pada kategori ketiga. (dkk/jpnn)

Sumber: Indopos