Komnas HAM Investigasi Kekerasan Oknum TNI AU di Medan

4d Singapore Medan – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) melakukan investigasi atas insiden kekerasan oleh oknum anggota TNI Angkatan Udara (AU) di Medan. Insiden tersebut yang melukai sejumlah anggota masyarakat dan dua orang wartawan di Karang Sari, Medan Polonia, dua hari sebelum Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-71. “Seluruh korban kekerasan dan ketidaksilan dari TNI AU itu sudah kami kumpulkan semua di sini. Kami ingin agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengar jeritan ini. Kami rakyat dipukuli aparat,” ujar seorang warga Karang Sari Rejo, Rani kepada SP di depan Mushallah Amal Saleh Jl Cempaka, Polonia, Jumat (19/8). Wanita berusia diatas 30 tahunan tersebut mengungkapkan, tidak sedikit warga yang menjadi korban kekerasan oknum aparat TNI AU. Semua dikumpulkan di mushalla agar Komnas HAM tidak kesulitan dalam melakukan penyelidikan, termasuk mengungkap fakta di balik kasus sengketa lahan di Karang Sari Rejo tersebut. “Banyak warga dipukuli pakai pentungan dan balok. Selain itu, kotak amal di masjid juga dirusak, dan uangnya hilang. Kemudian, ada nazir masjid yang baru selesai melaksanakan ibadah, juga dipukul dan diinjak-injak. Mereka sangat brutal ketika melakukan penyerangan itu,” ungkapnya. Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai kepada masyarakat Sari Rejo berjanji untuk menuntaskan persoalan yang menimpa masyarakat tersebut. Lembaga antikekerasan itu dipastikan melanjutkan hasil temuan dugaan pelanggaran oleh oknum TNI AU tersebut terhadap masyarakat. Segala temuan maupun keterangan dari masyarakat korban kekerasan ini nanti akan dibahas kemudian dianalisa di Jakarta. Semua temuan ini akan diungkap. Kita berharap agar kasus ini dapat dituntaskan. Komnas HAM menilai, kekerasan oleh aparat terhadap masyarakat, tidak seharusnua terjadi. Arnold H Sianturi/YUD Suara Pembaruan

Sumber: BeritaSatu