Jenderal Busquets, Pemimpin dalam Diam di Barcelona

BARCELONA – Ia tidak terlalu aktif di media sosial. Ia juga tak punya akun Instagram seperti pesepak bola lainnya untuk sekedar mengekspose kehidupan pribadi di luar lapangan. Muncul di hadapan para awak media pun hanya sesekali. Karena itulah sosoknya hampir tak pernah terpilih masuk nominasi peraih Golden Ball alias pesepak bola terbaik di dunia. Ya, dia adalah patron lini tengah FC Barcelona, Sergio Busquets. Pemain yang sangat penting di dalam tim, namun popularitasnya tak seperti pemain lain yang lebih menarik perhatian media. Sejak era pelatih Josep Guardiola hingga Luis Enrique, sang pemain hanya dianggap sebagai “pelengkap” di dalam tim yang banyak dihuni pemain bintang lima seperti Lionel Messi, Luis Suarez, dan Neymar Junior. Bahkan, rekannya di lini tengah “Los Azulgrana” Ivan Rakitic, lebih mendapat apresiasi dalam pemungutan suara sebagai kandidat peraih Ballon d’Or. Tapi hal berbeda akan terlihat di sisi internal klub. Busquets adalah salah satu pemain yang paling dihormati karena pemahamannya dalam mengenal filosofi klub. Selain perannya sebagai gelandang jangkar mampu dikembangkannya sangat baik dari musim ke musim. Singkatnya, Busquets adalah jenderal baru yang memimpin lini tengah Barca dalam diam sepeninggal Xavi Hernandez. Ia mampu jadi jembatan penyeimbang antara lini pertahanan dan depan. Selain itu, dalam kondisi darurat, ia pun bisa dimainkan sebagai bek tengah. Maka tak heran, jika pelatih Luis Enrique sengaja mengistirahatkannya akhir pekan lalu melawan Granada demi mendapatkan kondisi terbaik dari sang pemain saat bertandang ke Manchester City. Di laga sebelumnya melawan wakil Inggris tersebut, Busquets menjadi salah satu pemain paling efektif sepanjang 90 menit. Pada laga tersebut, Busquets melepaskan 33 umpan akurat dengan persentase 91 persen sukses dari total umpan. Selain itu, di tiga laga Liga Champions musim ini, Busquets adalah pemain yang paling banyak melancarkan umpan akurat sebanyak 195, diikuti Andres Iniesta (167), dan Rakitic (120). Dampak positif yang diberikan Busquets pada akhirnya berbanding lurus dengan hasil yang diraih timnya. Intinya, tak ada alasan bagi Enrique untuk tidak menurunkan sang pemain di laga krusial melawan tim yang diasuh Pep Guardiola, sosok penting dalam perjalanan karier Busquets. Maklum, Busquets sendiri selalu merasa masih punya utang kepada Pep. Bahkan, pada satu kesempatan, ia berucap hanya Guardiola yang bisa membuatnya hengkang dari Barcelona. BERITA TERKAIT Arda Hampir Dijual, Barca Kesulitan Cari Pembeli 107 0 Karier Arda Turan di Barca Naik Turun 80 0 Ronaldinho Bilang Barcelona Kagumi Penyerang Liverpool 156 0 Messi Penguasa Gol Tahun 2016 157 0 Tahun 2016, Barcelona Raja Gol di Eropa 125 0

Sumber: TopSkor ID