Incar Catatan Sejarah dan Deja Vu Singo Edan

BERITA TERKAIT Arema Buru Pemain, Aji Santoso: Tiga Lokal, Dua Asing Penasaran Siapa Pelatih Arema FC Musim Depan? Ini Dia Kecil Peluang Riedl ke Arema Tak Sepakat Nilai Kontrak, Milo Tinggalkan Arema Sadar akan beratnya tantangan perebutan gelar juara Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, manajemen tim dan tim pelatih Arema Cronus berbagi tugas. Mereka akan mengawasi aktivitas pemain agar tetap bisa berkonsentrasi penuh dalam persaingan merebut gelar turnamen yang akan berakhir kurang dari sebulan ini. ————————– INDOPOS.CO.ID – Pelatih Arema Milomir Seslija sudah menyampaikan agar pemainnya fokus pada pertandingan-pertandingan yang akan dihadapi. Hamka Hamzah dkk diminta untuk tidak sering tidur larut malam serta memanfaatkan waktu luang untuk beristirahat. Sehingga, ketika pertandingan pemain menjadi lebih fit. Selain itu, Milo juga meminta pemain Arema untuk mengurangi aktivitas berselancar di dunia maya yang terkadang bisa membuat lupa waktu. Dia berpendapat jika refreshing ada waktunya, terutama jika Arema bisa meraih gelar juara. “Kami sudah sepakat ingin meraih juara. Tentu ada langkah yang harus diambil untuk menggapainya,” ujar General Manager Arema Ruddy Widodo. Tim pelatih pun sudah menyiapkan strategi terbaik dan paling tepat untuk menghadapi satu per satu calon lawan. Ruddy sepenuhnya percaya pada kemampuan pelatih. “Pelatih pasti sudah menyusun siapa pemain yang fight dan siap tempur,” papar dia. Sebaliknya, manajemen bertugas memberikan motivasi ekstra. Misalnya dengan mengingatkan momen juara Piala Bhayangkara 2016. “Saat itu kami juga memberikan motivasi kepada pemain, tentang keuntungan menjadi juara sehingga keinginan juara sangat besar,” jelasnya. Kini, Arema pun seakan deja vu atau kembali pada masa tersebut. Dengan sisa pertandingan yang sedikit dan Arema tengah di puncak, kesempatan besar bagi tim ini meraih juara. Apalagi dalam laga tersisa Arema juga akan bertemu dengan Bali United, Sriwijaya hingga Persib Bandung yang sudah dikalahkan di momen Piala Bhayangkara itu. “Saat itu kan kami targetkan juara karena hanya enam pertandingan. Pemain hanya perlu sedikit pertandingan untuk memaksimalkan kemampuannya tetapi namanya akan tertoreh dalam sejarah,” papar dia panjang lebar. Di ISC 2016 ini misalnya, yang ditekankan adalah keabadian dari sang juara. Yang menjadi pemenang, namanya akan tetap diingat dalam sejarah sepak bola Indonesia. Pasalnya, ISC 2016 tidak ada lagi episode atau seri berikutnya. “Kalau juara ya sudah, Arema pernah mencatat juara ISC, tim lain tidak ada. Begitu juga jika pemain berambisi menjadi yang terbaik,” tegasnya. Salah satu bentuk keseriusan lainnya, yakni ketika manajemen dan tim pelatih mengadakan pertemuan untuk membicarakan langkah pencapaian gelar pada pekan ini. Ruddy Widodo, Pelatih Milomir Seslija dan tiga asistennya Joko Susilo, Kuncoro serta I Made Pasek Wijaya ditambah pelatih Kiper Yanuar Hermansyah rapat sekitar 1,5 jam untuk menyambut lima laga terakhir. “Kami ada langkah khusus dan pembagian tugas. Terutama untuk mengawasi pemain dan setiap tim pelatih memiliki tugas benar-benar memberikan motivasi kepada pemain tertentu. Ya, seperti pembicaraan antara orang tua dan anak,” tandasnya. (ley/jpg)

Sumber: Indopos