Menyoal Selebrasi ‘Kampungan’ ManCity, Titah Guardiola

Pemain Manchester City kembali melakukan selebrasi berlebihan kala mereka memastikan diri lolos ke semifinal Piala Liga usai mengalahkan Leicester City, Selasa 19 Desember 2017 atau Rabu dini hari WIB. Selebrasi berlebihan tersebut, tentu bisa memancing emosi dari para pemain Leicester.

Aksi selebrasi pemain ManCity belakangan memang disorot. Itu setelah perayaan kemenangan mereka di derby Manchester memancing keributan.

Karena perayaan yang berlebihan dan terkesan kampungan di laga derby beberapa waktu lalu, para pemain dan staf Manchester United serta ManCity terlibat dalam baku hantam. Staf pelatih ManCity, Mikel Arteta, jadi korban karena pelipisnya terluka.

Tak kapok, para pemain ManCity melakukan hal yang sama usai menang atas Tottenham Hotspur, akhir pekan lalu. Dalam kesempatan itu, para pemain ManCity bahkan mengejek MU.

Tindakan yang sama dilakukan ManCity usai memastikan diri lolos ke semifinal Piala Liga. Bahkan, manajer ManCity, Pep Guardiola, merayakan kemenangan ini seperti sudah menyabet gelar Liga Champions.

Guardiola pun angkat bicara soal selebrasi berlebihan ini. Dia mengakui, hal tersebut memang didasari atas perintahnya.

Sepanjang musim ini, Guardiola meminta kepada anak-anak asuhnya untuk menikmati setiap pertandingan dan merayakannya sesuka hati.

“Kalian, ya kalian, harus merayakan kemenangan. Di sepakbola, kalian tak perlu titel atau trofi demi menikmati momen,” kata Guardiola dilansir Manchester Evening News.

“Tak masuk akal kalau harus menunggu. Kalian bisa menggelar perayaan dalam prosesnya,” lanjut dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *