Manchester City vs Tottenham, Pochettino Penangkal Guardiola

Manajer Tottenham Hotspurs, Mauricio Pochettino tampak sangat percaya diri menjelang laga melawan Manchester City di Etihad Stadium pada Ahad dini hari, 17 Desember 2017. Dia mengatakan bahwa dirinya bertekad menghentikan rekor 15 kemenangan yang kini dikantongi skuad asuhan Pep Guardiola tersebut.

“Kami berangkat ke Manchester dengan tujuan bisa memenangkan laga ini,” ujarnya.

Kepercayaan diri Pochettino itu hadir karena Tottenham Hotspurs kembali kembali ke jalur kemenangan setelah menekuk Stoke City dan Brighton Albion dalam 2 laga terakhir Liga Inggris.

Sebelumnya Tottenham memang sempat menghadapi masalah. Mereka menderita kekalahan dari Arsenal dan Leicester City serta ditahan imbang West Bromwich Albion serta Watford. Alhasil, pasukan Lili Putih terlempar dari posisi 4 besar selama 2 pekan.

Tak hanya 2 kemenangan beruntun, kepercayaan diri Pochettino tak lepas dari 2 pertemuan terakhirnya dengan Guardiola musim lalu. Pada pertemuan pertama 2 Oktober 2016, Pochettino berhasil menghentikan rekor 10 kemenangan beruntun Manchester City di semua ajang. Tottenham menang 2-0 saat itu.

Kondisi lainnya pun bisa dikatakan mirip dengan kondisi saat ini. Manchester City saat itu bertengger kokoh di klasemen Liga Inggris dengan meraih 6 kemenangan secara beruntun di awal musim. City saat itu sudah digadang-gadang sebagai kandidat kuat juara Liga Inggris sebelum dikalahkan Tottenham.

Kekalahan dari Tottenham itu merupakan titik balik anjoknya performa Manchester City musim lalu. Taktik Pochettino yang berhasil membungkam Manchester City kemudian ditiru banyak klub dan berhasil membuat langkah Sergio Aguero cs tersendat.

Setelah itu, City secara beruntun ditahan imbang Everton dan Southampton. Mereka juga sempat menderita 2 kekalahan lainnya sebelum paruh musim, yaitu dari Chelsea dan Leicester City.

Pada pertemuan kedua, Spurs kembali mencegah City meraih poin penuh. Dua gol yang diciptakan oleh Leroy Sane dan Kevin De Bruyne mampu dibalas oleh Dele Alli dan Heung-Min Son. Laga pun berakhir 2-2.

Itu adalah pertama kalinya Guardiola gagal meraih kemenangan dari Pochettino di ajang Liga. Keduanya pernah bertemu 9 kali sebelum musim lalu. Dari 9 pertemuan itu, Guardiola sangat superior atas Pochettino dengan meraih 5 kemenangan dan hanya kalah 1 kali, 3 laga lainnya berakhir imbang.

Namun 5 kekalahan yang diderita Pochettino itu bisa dianggap wajar. Alasannya dia hanya menangani Espanyol yang merupakan tim medioker di Liga Spanyol sementara Guardiola menangani Barcelona yang bertabur bintang.

Kini kekuatan Tottenham dan Manchester City bisa dianggap cukup sama. Kedua tim dalam beberapa tahun terakhir merupakan pesaing kuat juara Liga Inggris dan soal urusan bintang, mereka sama-sama memiliki pemain berkualitas.

Kecerdasan Pochettino untuk meredam Manchester City pun akan kembali di uji pada laga kali ini. Masalahnya, lini belakang Tottenham akan sedikit terganggu pada laga kali ini. Bek Tobby Alderweireld yang mengalami cedera hamstring sejak November lalu masih belum bisa diturunkan.

Rekrutan anyar Davinson Sanchez yang diboyong dari Ajax Amsterdam pun belum mampu menyesuaikan diri dengan permainan di Liga Inggris. Mau tak mau Pochettino akan kembali menduetkan Jan Vertonghen dengan Eric Dier yang biasanya berperan sebagai gelandang bertahan.

Di lini depan, Pochettino bisa tersenyum girang karena para pemainnya tak ada yang mengalami cedera. Apalagi performa pemain sayap Heung-Min Son juga sedang menanjak. Dalam 3 laga terakhir dia selalu mencetak gol dan berperan penting dalam gol-gol Tottenham.

Lini tengah dan belakang Manchester City tentu harus bekerja keras untuk menahan kelincahan dan kelicinan pesepakbola asal Korea Selatan ini. Jika tak terus diawasi , Heung bisa tiba-tiba muncul di depan gawang dan mencetak gol atau pun menciptakan assist.

Ketajaman lini depan Tottenham bisa menjadi ancaman besar bagi Manchester City yang lini belakangnya juga bermasalah. Guardiola akan kembali menurunkan duet Nicholas Otamendi dan Eliaquim Mangala karena John Stones dan Vincent Kompany belum pulih dari cedera.

Absennya John Stones membuat lini belakang Manchester City cukup rapuh. Sejak bek muda asal Inggris itu absen, Manchester City selalu kebobolan dalam 4 dari 5 laga terakhir. Padahal sebelumnya Manchester City mampu 7 kali menjaga keperawanan gawangnya dalam 13 laga.

Soal lini serang, Manchester City memiliki David Silva yang juga sedang on fire. Dia mampu menjadi pemecah kebuntuan timnya ketika Sergio Aguero dan Gabriel Jesus seret dalam mencetak gol. Dalam 3 laga terakhir, Silva mencetak 4 gol.

Namun pemain yang paling harus dijaga ketat oleh Tottenham adalah Kevin De Bruyne. Dia adalah otak permainan tiki-taka Guardiola di Manchester City. De Bruyne berperan seperti Xavi Hernandez saat Guardiola menangani Barcelona.

Buktinya, dia merupakan penyumbang assist terbanyak Manchester City. Di Liga Inggris saja, gelandang asal Belgia itu telah membukukan 8 assist musim ini. Karena itu, Mousa Sissoko, Dembele atau pun Harry Winks harus terus mengawal pergerakan eks punggawa Chelsea itu.

Dengan kekuatan seperti itu, sangat sulit menentukan siapa yang akan memenangkan laga ini. Bahkan sangat mungkin laga ini berakhir dengan hasil imbang.

Laga Manchester City vs Tottenham Hotspurs akan disiarkan langsung oleh RCTI dan beIn Sports 1 pada Ahad 17 Desember 2017 pukul 00.30 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *