PREVIEW LIGA PRIMER INGGRIS: LEICESTER CITY – TOTTENHAM HOTSPUR

Setelah hanya mampu bermain imbang kontra West Brom, Tottenham Hotspur dilarang kehilangan poin lagi jika masih ingin menjaga asa untuk juara.

Tottenham Hotspur hanya kalah satu kali dalam sembilan laga pertamanya di Liga Primer Inggris musim ini, tapi kini mereka telah mengalami dua kekalahan dalam empat laga terakhrinya. Laga tandang menghadapi Leicester City Rabu (29/11) dini hari  WIB menjadi kesempatan bagi mereka untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

Dua kekalahan yang Spurs alami terjadi saat berlaga di markas lawan. Terakhir kali mereka mengalami tiga kekalahan beruntun di laga tandang adalah pada Maret 2014 di bawah arahan Tim Sherwood.

Spurs pun kini tergeser dari posisi empat besar klasemen sementara. Mereka menempati peringkat kelima, tertinggal satu poin dari sang rival sekota Arsenal yang berada di posisi keempat. Mereka juga hanya unggul satu angka dari Liverpool yang berada satu tingkat di bawah mereka.

Tim asuhan Mauricio Pochettino itu mampu merespons kekalahan 2-0 dari Arsenal di derby London Utara lewat kemenangan 2-1 atas Borussia Dortmund, namun setelah itu mereka hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menjamu West Bromwich Albion di Wembley, Sabtu (25/11).

Harapan untuk bisa menjadi penantang serius dalam persaingan menjadi juara musim ini bisa saja musnah jika Spurs kembali kehilangan poin di laga ini. Namun Pochettino menegaskan timnya wajib menang jika ingin menyaingi pemuncak klasemen sementara Manchester City yang kini unggul 13 poin dari timnya.

“Kami harus yakin dan terus berjuang memenangkan pertandingan. Jika kami tidak menang [kontra Leicester] sulit untuk menjadi penantang [untuk meraih gelar juara],” ujar manajer asal Argentina itu di sesi konferensi pers jelang laga.

“Benar saat ini ada jarak yang besar di antara Manchester City dan para pesaing lainnya. Manchester City telah banyak mengalami peningkatan dibanding musim lalu. Ada jarak yang besar tapi kita lihat apa yang akan terjadi.”

Sementara Leicester City, sang juara Liga Primer musim 2015/16, kini masih berada dalam situasi yang sulit. The Foxes hanya mampu meraih tiga kemenangan sepanjang musim ini dan menempati peringkat ke-12 di klasemen sementara.

Pencapaian mereka saat tampil di kandang juga tidak terlalu baik. Leicester City hanya mampu mengoleksi delapan poin dari delapan laga terakhirnya di King Power Stadium dalam ajang Liga Primer (dua kali menang, dua imbang, empat kalah).

Setelah menjalani deretan hasil negatif di awal musim, Leicester sempat bangkit lewat kemenangan beruntun atas Swansea City dan Everton, tapi setelah itu mereka meraih dua hasil imbang dan sekali kalah.

Meski berada lima tingkat di atas zona degradasi, kekalahan di laga ini bisa membuat mereka melorot ke urutan tiga terbawah.

Manajer Leicester City Claude Puel merasa tertantang untuk menguji kemampuan timnya saat menghadapi penantang dalam persaingan meraih gelar juara lainnya setelah mereka takluk 2-0 dari Manchester City.

“Mereka adalah tim hebat. Kami akan bermain menghadapi tim kuat dengan karakter dan kualitas yang hebat. Di setiap posisi, mereka memiliki para pemain hebat,” kata Puel.

“Kami harus memainkan gaya kami sendiri, ini akan menjadi laga yang bagus untuk melihat bagaimana kami berkembang di bawah tekanan lawan yang kuat. Ini tantangan yang bagus bagi kami,” ujar manajer asal Prancis tersebut.

Secara head-to-head Leicester memiliki catatan negatif saat menghadapi Spurs. The Foxes hanya mampu mencatatkan satu clean sheet dalam 21 laga kandang menghadapi Spurs di semua kompetisi. Terakhir kali itu terjadi pada September 1997, saat gawang mereka dikawal Kasey Keller, kiper asa Amerika Serikat yang kemudian juga pernah memperkuat Spurs pada 2001-2005.

Pertemuan terakhir kedua tim di King Power Stadium juga tragis bagi tuan rumah. Mereka kalah telak 6-1 dari Spurs. Harry Kane, yang berhasil mencetak empat gol di laga tersebut, juga menjadi momok menakutkan bagi mereka.

Kane telah mencetak sepuluh gol dalam sembilan penampilan menghadapi Leicester City sepanjang kariernya di semua kompetisi, termasuk empat gol dalam pertemuan terakhirnya di ajang Liga Primer Mei lalu. Penyerang berusia 24 tahun itu tercatat paling sering membobol gawang Leicester dibanding tim lainnya.

Leicester City masih akan kehilangan sang bek tengah Robert Huth dan gelandang Matty James dalam laga kali ini karena belum pulih dari cedera, keduanya diprediksi baru bisa kembali beraksi pada awal Desember.

Sementara di laga ini Spurs kabarnya sudah bisa memainkan Erik Lamela, yang telah lama absen karena cedera. Gelandang serang berusia 25 tahun itu menjalani operasi pinggul dan telah menepi sejak 25 Oktober 2016.

Tapi tim tamu masih akan kehilangan Toby Alderweireld di lini belakang dan Victor Wanyama di tengah. Mereka kemungkinan baru pulih dari cederanya pada awal tahun depan.

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN:

Leicester City XI (4-4-2): Schmeichel, Simpson, Morgan, Maguire, Fuchs, Albrighton, Ndidi, Iborra, Gray, Mahrez, Vardy

Tottenham Hotspur XI (3-4-2-1): Lloris; Sanchez, Dier, Vertonghen; Trippier, Winks, Dembele, Davies; Eriksen, Alli; Kane

TAHUKAH ANDA?

  • Setelah mencetak empat gol dalam kemenangan mereka atas Liverpool pada 22 Oktober lalu dari 14 tembakan (rasio konversi 29%), Spurs hanya mampu mencetak dua gol dalam empat laga meski total mampu melepaskan 64 tembakan (rasio konversi 3%).
  • Sejak meraih lima kemenangan beruntun pada Februari hingga April 2017 di bawah arahan Craig Shakespeare, Leicester City kini hanya mampu meraih lima kemenangan dalam 21 laga di ajang liga (lima menang, tujuh imbang, dan kalah sembilan kali).
  • Christian Eriksen telah gagal mencetak gol atau pun assist dalam lima laga terakhirnya di ajang Liga Primer – periode terpanjang baginya tak terlibat menciptakan gol dalam satu musim sejak Januari 2016.
  • Setelah mencetak gol ke gawang West Brom Sabtu (25/11), Harry Kane kini telah terlibat secara langsung dalam terciptanya 100 gol dalam 128 penampilannya di Liga Primer (87 gol, 13 assist). Pemain tercepat kesembilan yang bisa mencapai perolehan tersebut.
  • Dalam pertemuan terakhir kedua klub Mei lalu, Kane berkontribusi dalam terciptanya lima gol Spurs (empat gol, satu assist) – itu merupakan keempat kalinya seorang pemain terlibat dalam lima gol atau lebih dalam satu pertandingan Liga Primer bagi Spurs. Sebelumnya ada Adebayor vs Newcastle pada Februari 2012, Defoe vs Wigan November 2009, dan Klinsmann vs Wimbledon Mei 1998.

PREDIKSI GOAL INDONESIA: Leicester City 1-2 Tottenham Hotspur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *