Ancelotti Dipecat Bayern Muenchen, Pelatih Manchester City Jadi Cemas

Pemecatan sepihak Carlo Ancelotti oleh Bayern Muenchen ternyata memicu efek domino. Sejumlah pelatih kini dirundung kegelisahan dimana salah satunya adalah arsitek Manchester City, Pep Guardiola.

Meski masa tugasnya baru habis pada 2019, Guardiola cemas bakal dipecat Manchester City jika gagal meraih gelar pada musim ini. Sebab sejauh ini dia belum mampu menjalankan tugasnya mengantarkan The Citizens menjadi yang terbaik di Liga Primer.

Mantan pelatih Barcelona itu menutup debut musimnya tanpa gelar. Sergio Aguero dkk kalah bersaing dengan Chelsea dan hanya menempati posisi ketiga di Liga Primer. Kiprah Manchester City di Piala FA, Piala Liga Primer dan Liga Champions juga sangat mengecewakan.

Ini yang membuat Guardiola resah. Dia merasa yakin bakal didepak jika kembali terjadi dejavu. Terlebih, arsitek asal Spanyol itu sudah menghabiskan 210,35 juta pounds untuk berbelanja di bursa musim panas kemarin.

Saya tidak bisa menyangkal, takarannya adalah memenangi gelar. Semua orang mengharapkan itu. Kinerja kami akan dinilai berdasarkan berapa banyak trofi yang diraih. Tanpa itu, kami dianggap gagal, ucap Guardiola, dilansir skysport.

Kasus Ancelotti bisa dijadikan alarm bagi Guardiola. Hanya karena kalah 03 dari Paris SaintGermain (PSG) di Liga Champions, nakhoda berusia 58 tahun dipecat. Padahal, pada musim lalu dia sukses menyumbang titel Bundesliga dan DFLSupercup bagi Bayern Muenchen.

Saya tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Saya suka berada di sini. Tapi, itu tergantung sukses yang kami bukukan. Di klub sebesar Manchester City, jika gagal meraih gelar maka Anda tidak bisa tinggal lebih lama, pungkas Guardiola.