Mourinho Diprediksi Bertahan Lebih dari Tiga Musim di MU

Jose Mourinho tak pernah melatih satu klub lebih dari tiga musim. Tradisi itu akan dipatahkan Mourinho di Manchester United.

Mourinho paling lama melatih klub ketika menukangi Chelsea di periode pertamanya pada tahun 2004 hingga 2007 atau selama 1.176 hari.

Terlama kedua adalah di Real Madrid, ketika bertahan selama 1126 hari, sedari 2010 hingga 2013. Di FC Porto, ia melatih selama 905 hari (20022004), lalu periode keduanya di Chelsea (20132015) selama 899 hari, dan tersingkat di Inter Milan yakni 727 hari (20082010).

Kini Mourinho melatih MU yang merupakan klub kelima dalam karier manajerialnya. Musim pertama sudah dilewati Mourinho dengan hasil oke saat menjuarai Community Shield, Piala Liga Inggris, dan Liga Europa.

Mourinho kini memasuki tahun kedua dari kontrak tiga tahun bersama MU yang mana laju tim sejauh ini terbilang oke, tak terkalahkan di Premier League dan duduk di posisi kedua karena kalah produktivitas dari Manchester City.

Terkait karier Mourinho di MU saat ini, mantan asistennya, Jose Morais, meyakini pria 54 tahun itu akan berada lama di sana. Sebab, Mourinho disebut sangat bahagia dengan kondisi klub saat ini.

“Saya melihat dia selalu melakukan apa yang dia inginkan dan jika dia ingin (bertahan lebih dari tiga musim), maka dia akan melakukannya,” Morais mengatakan kepada Manchester Evening News.

“Yang saya tahu dia bahagia di sana. Kebahagiaan adalah sebuah kondisi di mana dia berpikir selalu berada di posisi teratas. Anda punya level kebahagiaan yang berbeda,” lanjutnya.

Demi melatih MU, Mourinho pun harus meninggalkan keluarganya yang tinggal di London. Morais menegaskan hal itu bukan jadi penghalang.

“Anda bisa sangat senang ketika Saya bekerja di sini, lingkungannya bagus, atau hasilnya fantastis. Pada saat bersamaan, Anda merasa bahagia karena semuanya baikbaik saja dari segi keluarga. Semua orang baikbaik saja, tidak ada masalah. Anda akan merasa gembira.”

“Ketika Anda tidak bisa dekat dan memiliki level kebahagiaan seperti itu, dalam hal ini kedekatan [bersama keluarga], maka hasilnya tidak maksimal. Tapi saya yakin dia bahagia menjalani kehidupannya. Ya, dia bahagia,” tutup Morais.