Rapuhnya Bek Liverpool Konsekuensi Main Terlalu Ofensif

Liverpool menjadi salah satu tim yang paling banyak kebobolan hingga Liga Inggris berjalan enam laga. Hal itu disebut sebagai risiko bermain terlalu ofensif.

Liverpool sudah kemasukkan sebanyak 11 gol. Yang terbanyak terjadi saat melawan Manchester City, mereka kalah lima gol tanpa balas. Dengan jumlah kebobolan itu, mereka menempati posisi keempat tim dalam urusan kebobolan, bersama Everton dan Bournemouth.

Sementara untuk produktivitas gol, Liverpool cukup oke dengan catatan 12 atau ratarata dua gol dalam setiap pertandingan.

Manajer Newcastle United, Rafael Benitez, menyebutkan bahwa seringnya gawang Liverpool dibobol itu merupakan konsekuensi karena bermain terlalu menyerang. Hal itu diungkapkan menjelang pertandingan antara The Magpies melawan The Reds di St James Park, Minggu (1/10/2017).

“Realitasnya karena mereka sangat ofensif, mereka mempunyai masalah di lini belakang,” kata Benitez di Sky Sports.

“Saya sudah pernah bilang di masa lalu mengenai perumpamaan selimut kecil andai Anda menutupi kepala Anda, kaki Anda kedinginan. Andai Anda menutupi kaki, kepala Anda yang kedinginan.”

“Terkadang saat Anda terlalu menyerang, Anda mempunyai kelemahan di lini belakang dan untuk menemukan keseimbangan menjadi kunci untuk mempunyai kesempatan memenangi gelar juara.”

“Saya pikir mereka bekerja untuk menemukan itu dan saya pikir masih berbahaya saat menyerang, bahkan saat mereka membuat kesalahan saat bertahan,” kata manajer asal Spanyol itu.