Satria Tama Dianggap Ubah Peruntungan Persegres Gresik United

Hanafi menilai kehadiran Satria di bawah mistar menumbuhkan kepercayaan diri rekan-rekannya.

Pelatih Persegres Gresik United Hanafi menganggap kehadiran penjaga gawang Satria Tama memberikan nilai lebih tersendiri bagi tim besutannya, sehingga mereka sukses meraih kemenangan 2-1 atas Barito Putera di Stadion Petrokimia kemarin sore.

Satria kembali mengawal gawang Gresik United setelah absen sejak pertengahan Mei akibat cedera dan memperkuat timnas Indonesia U-22. Hanafi menyebutkan keberadaan Satria di bawah mistar menumbuhkan kepercayaan diri rekan-rekannya.

“Seperti yang saya katakan, Persegres siap menghadapi Barito Putera, terutama dengan munculnya penjaga gawang kami, Satria Tama. Satria membikin frustrasi lawan. Bola atas, kiri maupun kanan mampu diantisipasi dengan mudah,” puji Hanafi.

“Pemain belakang dan depan lebih percaya diri, paling enggak sekian persen pengamanan di belakang itu sudah bisa dikuasai. Jadi kami harus banyak menyerang.”

Selain memuji penampilan Satria Tama, Hanafi juga memuji penampilan Patrick da Silva dan Arga Permana yang sukses menyarangkan gol ke gawang Barito Putera. Kemenangan itu membuat Gresik United menghentikan catatan buruk 17 laga beruntun tanpa kemenangan, tiga diantaranya berakhir imbang.

“Kebetulan Arga dapat kesempatan bagus, dan bisa dimanfaatkan, Patrick juga begitu. Kalau Patrick memang pas, dan harus gol. Tapi seorang Arga, dalam kesempatan ini dia juga istimewa sekali. Ternyata, semua pemain muda kami saat ini sudah cetak gol,” tutur Hanafi.

Sementara itu, Satria enggan dianggap sebagai pahlawan kemenangan Gresik United. Satria tercatat melakukan lima penyelamatan, dan satu intersep yang membuat pemain Barito Putera frustrasi.

“Saya bersyukur. Saya sedih melihat tim main setelah saya ke timnas. Saya melihat bagaimana hasil tidak berpihak pada kami.Sekarang saya berada di sini untuk membantu tim meraih tiga poin,” kata Satria.

“Saya juga mengapresiasi kerja keras teman-teman yang tidak mengenal lelah, dan tak mengenal takut. Mereka mempunyai jiwa petarung, mereka juga punya jiwa tidak mau kalah, dan saya juga berterima kasih kepada pelatih untuk latihan-latihannya. Semoga kami konsisten untuk menang.”

“Saya ingin meluruskan tentang berita saya dibilang mangkir, dibilang indisipliner. Saya sudah lapor kepada pelatih kiper Nugroho [Bramantiko], saya izin untuk terapi. Kebetulan, waktu SEA Games saya mengalami sedikit kendala cedera di betis.” (gk-43)