Stamford Bridge, Neraka Terbaru Arsenal

Arsenal memiliki catatan yang sangat negatif ketika bertandang ke markas Chelsea dalam beberapa tahun terakhir. Apakah akan kembali berlanjut?

Arsenal masih memiliki kesulitan untuk menjaga konsistensi performa di musim 2017/18 ini, skuat besutan Arsene Wenger mendapat kepercayaan diri tinggi di awal musim dengan mengangkat trofi Community Shield sebelum menang dramatis atas Leicester City di pekan perdana Liga Primer Inggris.

Namun, tiba-tiba mimpi buruk melanda The Gunners, mereka dipaksa pulang dengan tangan hampa dari markas Stoke City setelah gol tunggal bintang baru tuan rumah, Jese Rodriguez, tidak dapat dibalas, dan satu pekan kemudian dihajar habis-habisan oleh Liverpool empat gol tanpa balas di Anfield.

Grafik performa mulai meningkat dalam dua laga terakhir, Danny Welbeck dan Alexander Lacazette menjadi bintang kemenangan klub atas Bournemotuh di Emirates Stadium, sebelum beberapa hari lalu Arsenal sukses mengalahkan Koln pada laga perdana di babak grup Liga Champions.

Kendati demikian, Alexis Sanchez dan kawan-kawan tidak dapat bersantai. Akhir pekan ini, dalam laga lanjutan EPL, mereka harus melawat ke markas Chelsea yang seolah menjadi ‘neraka’ baru bagi Arsenal.

Chelsea vs Arsenal

Dalam lima tahun terakhir, lawatan ke Stamford Bridge selalu berakhir dengan kekalahan. Catatan itu bahkan menjadi yang terburuk dalam sejarah klub di EPL – menyamai lima kekalahan beruntun di markas Manchester United pada medio 2009 hingga 2013.

Bahkan, ketika The Blues menjalani musim mengecewakan pada 2015/16, Arsenal tetap gagal mendulang angka dalam sebuah laga yang ‘kotor’. Pada pertandingan tersebut, Chelsea menang berkat gol Kurt Zouma plus gol bunuh diri Calum Chambers di menit injury time, dan tim tamu mengakhiri laga dengan sembilan pemain setelah Santi Cazorla dan Gabriel mendapatkan kartu merah.

Musim lalu, Chelsea yang pertama kali ditangani pelatih Antonio Conte dalam bentuk permainan terbaik dan tanpa kesulitan berarti menekuk Arsenal dengan skor 3-1. Marcos Alonso, Eden Hazard dan Cesc Fabregas menjadi penjebol gawang yang dikawal Cech, sementara Olivier Giroud membukukan gol hiburan di menit akhir.

Jika Arsenal kembali tumbang pada akhir pekan nanti, maka itu akan menjadi enam kekalahan beruntun pertama di markas lawan di era Liga Primer Inggris. Tetapi, itu masih belum menyamai catatan buruk di era Liga Inggris, di mana Arsenal selama tujuh tahun (1981 hingga 1988) selalu tertunduk di kandang Liverpool.

Arsene Wenger Arsenal

Selain selalu gagal mencuri angka, catatan negatif lain Arsenal di Stamford Bridge adalah tidak adanya torehan clean sheet dalam 12 tahun terakhir!

Total 27 gol bersarang ke gawang Arsenal dalam 12 pertandingan yang semua terselenggara di ajang Liga Primer Inggris tersebut, yang berarti minimal The Blues selalu membobol dua kali gawang The Gunners selama lebih dari satu dekade di Bridge.

Kekalahan terbesar dalam periode tersebut terjadi pada musim 2013/14, yang datang pada saat yang sangat tidak pas. Arsenal datang ke markas Chelsea dengan moral tinggi, karena laga itu juga tepat menjadi laga ke-1000 Wenger bersama klub. Namun apa yang terjadi sungguh menyesakkan fans Gunners, Arsenal digunduli dengan skor telak 6-0 oleh skuat Jose Mourinho yang kebetulan juga musuh besar sang profesor.

Andre Marriner shows red card to Kierran Gibbs Chelsea vs Arsenal

Catatan buruk itu akan menghantui The Gunners pada laga akhir pekan ini, tetapi Wenger menegaskan timnya tidak akan terganggu dengan statistik penampilan mereka di Stamford Bridge, dan hanya fokus untuk menjaga kualitas bermain seperti dua laga terakhir.

“Dalam beberapa tahun terakhir, Chelsea selalu menjadi tim hebat, dan selalu sulit untuk menang di sana,” ujar Wenger.

“Tetapi catatan kami melawan Chelsea akhir-akhir ini cukup bagus. Kami menang tahun lalu di sini [di Emirates], kami menang di final Piala FA, kami menang penalti di Community Shield. Jadi mari terus fokus pada kualitas permainan kami di lapangan, dan tidak pada di mana kami bermain.”