Kata Giggs tentang Old Trafford, Atmosfernya, dan Aksi Rashford cs

Manchester United ditegaskan harus tampil lebih baik di Old Trafford apalagi atmosfer di stadion itu pun kini tidak senantiasa bagus. Begitu kata Ryan Giggs.

Old Trafford pernah punya reputasi sebagai kandang angker dari sang tuan rumah, The Red Devils. Namun, dalam beberapa musim keangkeran itu meluntur seiring dengan menurunnya pencapaian MU di Premier League.

Selepas era Sir Alex Ferguson, yang membuahkan titel terakhir MU di Premier League pada 2012/2013, MU bahkan belum pernah lagi menembus tiga besar klasemen akhir. Sejumlah hasil buruk juga dituai di kandang sendiri pada periode itu.

Hasil Kandang MU di Premier League selepas era Sir Alex:

Musim MenangSeri Kalah2013/2014
Dari statistik itu terlihat betapa kedatangan Jose Mourinho di musim panas tahun lalu sudah membuat MU cuma menelan satu kekalahan kandang di liga musim lalu. Tapi di sisi lain justru ada banyak hasil seri.

“Tampil lebih baik di Old Trafford akan penting sekali,” kata Giggs di Sky Sports.

“Tak masalah di lagalaga besar, atmosfernya ada, tapi atmosfernya kini tidak bagus di partaipartai ketika MU awalnya diharapkan menang 30 atau 40 dan ternyata setelah 20 menit skornya masih 00. Sebenarnya itu kerja sama dua arah. Para pemain harus menghibur para suporter dengan sebuah tekel, atau tembakan, atau aksi mengecoh lawan.”

“Tapi para suporter juga harus berada di belakang tim ketika tim sedang kesulitan,” ucapnya.

Menurut Giggs, yang bermain untuk MU periode 19902014, saat ini The Red Devils mulai kembali memperlihatkan aksiaksi yang sudah sedemikian ditunggu oleh para suporternya dan sempat hilang selama beberapa waktu.

“Kemunculan Rashford turut membantu dan saya pikir ia menarik untuk dilihat. Setiap ia dapat bola, dengan timnas Inggris atau United, ia sedemikian asyik diperhatikan,” ujar Giggs.

“Ia berani mencoba iniitu dan walaupun terkadang tidak sukses, tapi ia berani mencobanya. Jika tak sukses pun para suporter tidak terlalu keras kepadanya. Sekarang kami punya banyak pemain seperti itu.”

“Anthony Martial dan Henrikh Mkhitaryan juga sama. Mereka bisa melewati pemain lawan dan mewujudkan sesuatu, dan itulah yang dimau fans MU selama bertahuntahun; diberikan sesuatu yang menarik dan dihibur pemain yang berani ambil risiko,” tuturnya.