Formula Rahasia Liverpool Untuk Redam Manchester City

Meski lini pertahanan mereka kerap dipandang lemah, Liverpool merupakan lawan alot yang telah berkali-kali sukses membendung daya ledak Citizens.

Seiring berakhirnya international break , Liga Primer Inggris langsung berputar kembali dengan sajian pertarungan dahsyat. Dua kandidat juara saling berhadapan ketikaManchester City menjamu Liverpool di Etihad pada laga pertama matchday 4, Sabtu (9/9) esok.

The Sky Blues dan Reds sama-sama tidak terkalahkan dalam tiga pertandingan awal dan sama-sama mengumpulkan tujuh poin. Hanya, sementara City tampak harus selalu bersusah-payah untuk memetik hasil, Liverpool telah menunjukkan taring mereka lewat kemenangan besar 4-0 kontra Arsenal dua minggu lalu.

Anak buah Jurgen Klopp memiliki selisih gol lebih baik (+5) dan saat ini menjadi runner-up di bawah Manchester United yang meraup nilai sempurna. Selisih gol +3 yang dibukukan City membuat armada Pep Guardiola menempati peringkat keempat, di bawah klub promosi Huddersfield Town (+4).

KLASEMEN LIGA PRIMER INGGRIS

Musim masih terlalu dini sehingga partai ini belum dapat dikatakan menentukan, tetapi hasil positif jelas akan sangat penting untuk melambungkan kepercayaan diri tim.

Bertanding di markas sendiri belum tentu menjadi keuntungan untuk The Eastlands karena Liverpool merupakan salah satu lawan yang paling sukar dikalahkan Manchester Biru. Tercatat City cuma mengoleksi sebiji kemenangan dalam delapan pertemuan terakhir menghadapi Liverpool.

Bahkan, sejak Klopp bertugas sebagai manajer, Liverpool menyabet tiga kemenangan dan satu skor imbang versus City.

Jurgen Klopp Liverpool Pep Guardiola Manchester City

Apa formula rahasia The Anfield Gang?

Ternyata sederhana saja. Meski lini pertahanan mereka kerap dipandang rentan, dan walau Klopp bukan pelatih penganut gaya defensif, Liverpool hampir selalu mampu menetralisir potensi ancaman dari penyerang-penyerang City.

Terlepas dari kegagalan meminang Alexis Sanchez dari Arsenal pada hari deadline bursa transfer musim panas, barisan depan City sudah cukup mengerikan dengan keberadaan Sergio Aguero, Gabriel Jesus, Leroy Sane, hingga Raheem Sterling yang sayangnya kali ini harus absen melawan bekas klubnya akibat skorsing.

Namun, dari tahun ke tahun Liverpool sanggup membuktikan diri sebagai rival alot untuk Citizens. Saat menyerah 3-1 di Etihad pada awal edisi 2014/15, Liverpool besutan Brendan Rodgers dapat membatasi tembakan City menjadi hanya sembilan. Itu merupakan jumlahshot terendah City, yang masih ditukangi Manuel Pellegrini, di kandang sepanjang musim tersebut.

Pada kampanye berikutnya, lagi-lagi di Etihad, City membukukan total tembakan paling buruk dalam semusim kontra Liverpool (11). Tuan rumah dipaksa menangguk kekalahan telak 4-1 dalam lawatan pertama Klopp ke markas City sebagai bos The Reds.

Rekor Manchester City v Liverpool

“Ini terasa sempurna. Pertandingannya tidak sempurna tapi sangat bagus. City tak bisa mengawali laga sesuai keinginan mereka, tapi itu penting bagi kami. Kami bermain dengan hasrat besar dan itulah yang terpenting untuk kami,” kata sang eks arsitek Borussia Dortmund usai pertandingan.

Musim lalu City melepaskan 13 shot dalam hasil seri 1-1 menjamu Liverpool. Kendati mencapai dua digit, angka itu sejatinya rekor terjelek kedua The Sky Blues di kandang pada musim debut era Guardiola, setelah 12 tembakan kontra Stoke City.

Catatan City lebih buruk dalam pertemuan antarkedua tim di Anfield. Dalam tiga musim terakhir berturut-turut City hanya melesatkan delapan, empat, dan sembilan tembakan pada musim 2014/15 (kalah 2-1), 2015/16 (kalah 3-0), dan 2016/17 (kalah 1-0).

Memang, tidak jarang gol tunggal dari satu-satunya peluang cukup bagi sebuah tim untuk mengklaim tiga poin, namun City bukan tipikal tim seperti itu. Sebagai kubu yang mengagungkan possession football , khususnya di bawah Pep, City malah bisa dikatakan boros kans.

Dalam satu pertandingan Gabriel Jesus cs. kerap membutuhkan banyak kesempatan sebelum akhirnya berhasil meruntuhkan tembok pertahanan musuh. Menghadapi Liverpool esok, peluang itu mungkin akan (kembali) terbatas.