Aurier Pindah ke Tottenham karena Kurang Dihargai PSG

Bek anyar Tottenham Hotspur Serge Aurier mengungkap alasan di balik kepergiannya dari Paris SaintGermain. Aurier pindah merasa kurang dihargai oleh PSG.

Pemain internasional Pantai Gading itu digaet Spurs usai ditebus dari PSG seharga 23 juta pound sterling. Aurier diharapkan bisa menjadi pengganti sepadan Kyle Walker, yang dilego ke Manchester City.
Aurier datang ke London Utara dengan reputasi yang tidak bisa dibilang bersih. Pesepakbola berusia 24 tahun itu beberapa kali membuat kontroversi. Ulah terakhirnya adalah menyerang seorang petugas polisi di luar sebuah kelab malam di Paris yang membuat Aurier divonis dua bulan penjara, meski ditangguhkan.

“Aku menginginkan sebuah kehidupan yang baru karena PSG kurang menghargai diriku,” ungkap Aurier kepada the Sun. “Mereka memikirkan halhal lain selain sepakbola.”

“Berdasar statistik, aku adalah bek paling berpengaruh di Ligue 1 dari 2013 sampai sekarang. Aku juga telah memenangi sembilan trofi bersama PSG. Ada halhal yang lebih penting tentang karierku daripada apa yang terjadi di luar lapangan, tapi itu yang mereka pilih untuk pikirkan.”

“Sekarang aku merasa bebas. PSG sempat menawariku kontrak baru selama tiga tahun, tapi aku menolaknya demi petualangan yang baru. Aku menolak karena beberapa alasan. Aku ingin menemukan cara hidup yang baru,” sambung Aurier.

“Aku berhubungan baik dengan klub, dan hal itu bukti bahwa mereka masih ingin mempertahankanku. Tapi aku mesti memikirkan diri sendiri. Ini adalah keputusan pribadi. Aku pernah berurusan dengan polisi yang dibesarbesarkan media di Eropa. Biasanya tidak berlarutlarut tapi kalau menyangkut diriku, terlalu banyak kehebohan. Kalau mentalku tidak kuat, aku bisa saja hancur.”

Aurier akan bisa membuat debutnya dengan Spurs saat bertandang ke markas Everton, Sabtu (9/9/2017).