Jual Matic ke MU, Keputusan Terburuk Chelsea

Pemain Chelsea era 70an, Ray Wilkins, sangat geram dengan keputusan mantan klubnya yang menjual Nemanja Matic ke Manchester United. Dia meyakini itu jadi keputusan terburuk yang pernah diambil oleh The Blues.

Sejak kembali ke Stamford Bridge pada 2014, pemain asal Serbia itu merupakan salah satu pilar di balik kesuksesan Chelsea meraih dua gelar juara Premier League pada 2015 dan 2017. Namun, pada awal musim ini dia justru dijual ke MU.

Tanpa butuh waktu lama, Matic langsung “nyetel” dengan permainan MU. Dia menjadi nyawa di lini tengah yang menjaga keseimbangan tim dan membuat Paul Pogba bergerak lebih bebas.

Melihat hal tersebut, Wilkins merasa terheran-heran dengan keputusan Chelsea. Pria 60 tahun itu tak mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh manajemen sehingga rela menjual pemain kuncinya ke klub rival.

“Saya berani mengatakan itu adalah keputusan terburuk yang pernah saya lihat. Apa yang Anda pikirkan ketika Anda memiliki pemain yang sangat kuat di lini tengah Chelsea bersama N’Golo Kante, mampu memberikan gelar juara dan kemudian mengorbankannya dengan menjual ke rival terbesar di sini,” kata Wilkins dikutip Daily Mail.

“Saya mengatakan hal seperti ini karena merupakan suporter Chelsea. Jadi, ini semua berasal dari dalam hati saya,” jelasnya.