Rodgers soal Pengalaman di Liverpool: Melelahkan tapi Spesial

Glasgow Brendan Rodgers mengungkap betapa dirinya harus beristirahat dulu dari sepakbola saking melelahkannya menjadi manajer di Liverpool, kendatipun ia tetap menyebut masamasanya di Anfield sebagai momen spesial.

Peracik taktik asal Irlandia Utara yang kini menangani klub Celtic itu tercatat memanajeri Liverpool pada kurun waktu 20122015. Pencapaian terbaiknya adalah membawa The Reds jadi runnerup Premier League 2013/2014, terpaut dua poin di bawah Chelsea.

Hanya 17 bulan setelah pencapaian tersebut, Rodgers dipecat. Ia kemudian menolak sejumlah tawaran sampai akhirnya setuju melatih Celtic pada Mei 2016, yang diantarnya meraih treble pada musim pertamanya.

“Ketika saya keluar dari Liverpool, saya butuh liburan dulu,” kata Rodgers kepada Liverpool Echo.

“Pengalaman itu intens sekali. Melelahkan. Kami pindah ke London hanya untuk menjauh. Saya sempat mendapat tawarantawaran dari Inggris dan China yang tawarannya sangat menggiurkan, dan itu amat menggoda buat seseorang dari Irlandia Utara. Tapi saya baru saja keluar dari salah satu klub terbesar dunia dan saya harus merasakan lagi tekanan itu. Kini saya sudah mendapatkannya.”

“Dengan Liverpool, Anda bisa meraih hasil imbang di laga tandang dan tak apaapa. Tapi di Celtic, Anda harus memenangi setiap pertandingan. Ada tekanan yang berbeda,” tuturnya.

Rodgers gagal menandai masamasanya di Liverpool dengan trofi. Tapi ia menyatakan bahwa itu tetaplah menjadi sebuah periode spesial dalam kariernya.

“Saya nyaris menjuarai liga. Musim itu, dengan para suporter, merupakan momen spesial,” ujar Rodgers.