Fakta Menarik Laga Inggris di Malta

Inggris berhasil memetik kemenangan telak 4-0 di kandang Malta dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia2018, Jumat (1/9) atau Sabtu dini hari WIB. Tiga poin yang dipetik di Stadion Nasional di Ta’ Qali membuat Inggris kian kokoh bertengger di puncak klasemen Grup F dngan koleksi 17 poin, unggul dua poin atas penghuni urutan kedua Slovakia.

Harry Kane mencetak dua gol dalam laga melawan Malta ini. Dua gol lainnya dilesakkan Ryan Bertrand dan Danny Welbeck. Kemenangan ini juga meneruskan rekor tak terkalahkan Inggris dalam tujuh laga kualifikasi Piala Dunia 2018.

Berikut beberapa fakta menarik dari pertandingan melawan Malta:

1. Inggris menjaga 100 persen kemenangan atas Malta dalam pertandingan internasional dengan mengalahkan mereka untuk kelima kalinya dalam lima pertandingan.

2. The Three Lions memetik kemenangan pertama mereka dalam laga tandang sejak Gareth Southgate menjadi pelatih Timnas Inggris. Dalam empat laga di kandang lawan sebelumnya, Southgate gagal membawa tim asuhannya meraih kemenangan (dua kali seri dan dua kali kalah).

3. Inggris sedikitnya mampu mencetak dua gol dalam tujuh dari sembilan laga di bawah pelatih berusia 46 tahun tersebut.

4. Harry Kane adalah pencetak gol terbanyak tim Inggris di bawah kendali Gareth Southgate dengan lima gol; dua kali lebih banyak dibanding seluruh gol yang dihasilkan teman-teman setimnya.

5. Kane kini teah mencetak lima gol dalam tiga pertandingan terakhirnya membela Inggris. Kelima gol itu dicetak dalam laga di laga tandang.

6. Danny Welbeck telah mencetak tujuh gol dalam delapan pertandingan terakhirnya bersama Timnas Inggris. Namun ini untuk pertama kalinya dia kembali mencetak gol seteah terakhir dilakukannya pada Maret 2015 saat melawan Lithuania.

7. Ryan Bertrand menjadi pemain Southampton pertama yang mencetak gol untuk Timnas Inggris sejak Rickie Lambert pada Juni 2014 (melawan Ekuador).

8. Dele Alli hanya terlibat dalam terjadinya dua gol pada 10 penampilan terakhirnya bersama Timnas Inggris, namun keduanya selalu terjadi saat melawan Malta (satu gol, satu assist).