Kepantasan Lovren Jadi Bek Inti Liverpool Dipertanyakan (Lagi)

Kelolosan Liverpool ke fase grup Liga Champions masih menyimpan satu problem yang belum terselesaikan, yakni soal kepantasan Dejan Lovren di lini belakang The Reds.

Liverpool berhasil mengalahkan Hoffenheim di leg kedua playoff Liga Champions yang dihelat di Anfield, Kamis (24/8/2017) dinihari WIB tadi dengan skor 42. Berbekal kemenangan 21 di leg pertama, Liverpool lolos ke fase grup dengan agregat total 63.
Kelolosan ini tentu menggembirakan untuk kubu Liverpool karena mereka berhasil tampil lagi di Liga Champions setelah absen tiga musim terakhir. Belum lagi Si Merah akan lebih mudah tentunya mendatangkan pemain incaran dengan imingiming tampil di kompetisi elit tersebut.

Tapi ada baiknya Liverpool juga tidak melupakan satu masalah yang masih mengganjal dan seperti belum ada “obatnya” sampai saat ini, yakni soal kerapuhan lini belakang mereka. Dari empat pertandingan resmi musim ini, Liverpool cuma sekali clean sheet dan sudah kebobolan enam gol.

Dari enam gol itu, empat di antaranya diderita saat menghadapi Hoffenheim. Meski menang 42 di leg kedua, lini belakang masih tak lepas dari kritik terutama performa Lovren.

Dipasangkan bareng Joel Matip, Lovren berandil besar dalam hadirnya dua gol Hoffenheim. Di gol pertama, Lovren tidak cakap mengantisipasi umpan terobosan sementara di gol kedua, bek asal Kroasia itu kalah duel udara dengan Sandro Wagner.

Performa buruk itu lantas makin membuat Lovren tersudut saja mengingat sejak bergabung dengan Liverpool 2014 silam, eks bek Southampton itu selalu saja mendapat kritik.

“Apakah kami punya atau memang ada bek tengah yang lebih baik ketimbang Lovren? Dia terlalu banyak membuat kesalahan,” ujar eks bek Liverpool, John Arne Riise, di akun twitternya.

“Dia bilang ingin membuktikan bahwa dia adalah salah satu yang terbaik di Premier League? Ah sudahlah…,” sambungnya.

Ketidakmampuan Lovren ini lantas makin membuat Liverpool terdesak untuk segera mendatangkan bek tengah baru. Virgil van Dijk disebut jadi satusatunya opsi yang diinginkan Klopp saat ini meski Southampton selalu menegaskan takkan menjualnya.

“Saya rasa Lovren butuh persaingan atau tekanan lebih untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Lihat (Alberto) Moreno, dia mampu bangkit dan membuktikan kemampuannya,” tutup Riise.