Deretan Tumbal Kerasnya Duel Timnas Indonesia U-22 Vs Vietnam

Timnas Vietnam tidak hanya kehilangan kesempatan untuk segera menggenggam tiket ke semifinal SEA Games 2017 saat bermain imbang 0-0 melawan Timnas Indonesia U-22, Selasa (22/8/2017). Namun permainan keras yang berlangsung sepanjang pertandingan juga membuat mereka terancam kehilangan gelandang andalanya pada laga penentuan.

Kemenangan atas Timnas Indonesia U-22 memang seharusnya langsung mengantar Vietnam ke semifinal. Namun harapan ini sirna karena Garuda Muda tampil luar biasa dalam menahan gempuran tim Uncle Ho tersebut. Bahkan meski bermain dengan 10 pemain sejak menit 73, pasukan Luis Milla berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan hingga akhir laga.

Permainan memang berjalan keras. Timnas Indonesia U-22 harus melakukan tackling keras untuk menghalau serangan cepat Vietnam. Menurut statistik pertandingan versi LabBola, sepanjang laga timnas melakukan 27 kali tekel sukses sedangkan Vietnam hanya 8 kali.

Banyak pelanggaran juga tercipta sepanjang laga. Selain mengakibatkan banjir kartu, duel Indonesia Vs Vietnam juga menyebabkan sejumlah pemain cedera.

Do Duy Manh salah satunya. Gelandang pengatur serangan timnas Vietnam ini menjadi tumbal kerasnya duel melawan Timnas Indonesia U-22. Cedera yang menimpanya bahkan tergolong parah hingga membuatnya tidak dapat berjalan sendiri usai laga.

Seperti dilansir VnExpress, Duy Manh harus digendong saat meninggalkan lapangan dan menuju bus pemain. Pelatih Timnas Vietnam, Huu Thang, mengatakan bahwa sangat sulit bagi Duy Manh untuk bisa tampil pada laga penentuan Grup B, Kamis (24/8/2017).

Ini juga tentu menjadi kerugian bagi Vietnam. Sebab di laga terahkhir, timnas Vietnam bakal berhadapan dengan tim kuat Thailand yang juga menyimpan asa melaju ke babak semifinal.

Sementara itu, sejumlah pemain timnas Indonesia juga jadi tumbal kerasnya duel melawan Vietnam. Kiper Satria Tama yang tampil gemilang juga tampak dipapah usai pertandingan.

Dia mengalami cedera sehingga tidak bisa melanjutkan pertandingan. Perannya akhirnnya digantikan oleh Kartika Kurniawan Ajie yang juga tidak dalam kondisi 100 persen. Saat meninggalkan lapangan, Satria Tama bahkan terlihat menangis menahan rasa sakit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *