Jangan Panik, Chelsea

London Jamie Carragher menilai Chelsea harus tetap tenang meski kalah di laga pertama. Kepanikan dinilainya hanya akan mengulang hasil buruk seperti dua musim lalu.

Chelsea mengawali musim sebagai juara bertahan Premier League dengan kekalahan. Menjamu Burnley, The Blues takluk dengan skor 23 serta kehilangan Gary Cahill dan Cesc Fabregas karena dikartu merah.

Sejak musim lalu berakhir, manajer Chelsea Antonio Conte dikabarkan frustrasi dengan klub. Kekecewaan Conte kepada klub semakin menjadijadi menyusul kebijakan transfer di musim panas ini.

Perbandingan dengan situasi dua musim lalu pun mulai muncul. Setelah jadi juara pada 2014/2015, Chelsea kemudian menjalani musim yang buruk. Kala itu, ada banyak cerita negatif soal klub, termasuk perselisihan antara Jose Mourinho dan dokter tim Eva Carneiro.

Agar kegagalan dua musim lalu tak terulang, Chelsea dinilai harus tetap tenang. Carragher menyebut Chelsea tak boleh terpengaruh dengan situasi.

“Yang harus dilakukan Chelsea adalah kebalikan dari panik. Dua musim lalu ketika mereka imbang dengan Swansea di laga pembuka dan ada insiden dengan dokter klub, tibatiba rasanya Chelsea ada di bawah tekanan,” Carragher mengatakan dalam Monday Night Football seperti dilansir Sky Sports.

“Saya merasa orangorang mengompori. Ceritanya semakin besar dan besar sampai Jose Mourinho akhirnya kehilangan pekerjaan.”

“Mereka kalah di satu laga kandang, sekarang mereka harus berpikir tenang. Mereka akan memainkan dua pertandingan sampai bursa ditutup. Antonio Conte perlu mendatangkan dua pemain, mereka perlu memperkuat skuat, khususnya di posisi bek sayap.”

“Mereka harus menghentikan gelombang negatif ini. Cara Conte bicara ke media, Anda tahu ada sesuatu yang salah. Itu harus berhenti. Mereka harus ingat ini cuma satu kekalahan dan mereka harus kembali menegakkan kepala. Seperti yang Conte katakan, mereka tidak ingin musim seperti Jose,” Carragher menegaskan.